BATU I bidik.news – Andreas Eddy Susetyo,Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN,) Anggota Komisi XI DPR RI,menyebut setelah
“Tarif Trump” guncang ekonomi global.
Hal ini disampaikan Andreas saat Dialog interaktif efek resiprokal AS (Trump Effect) tehadap ekonomi di indonesia, yang dihelat di Friendly One Senyum Launge Jatim Park 3, Kota Batu, pada Minggu (13/4/2025).
Sebagai informasi dalam giat ini, dihadiri Andreas,Direktur Jawa Timur Park 3 Suryo Widodo, dan Ketua Kadin Pemprov Jatim Adik Dwi Putranto, Ketua Kadin Kota Batu Endro Wahyu bersama sejumlah pelaku dunia usaha dan pelaku industri pariwisata di Kota Batu.
“Amerika Serikat naikan tarif bea masuk guncang ekonomi global, langkah terbaik bagi Indonesia adalah negoisasi, yang dikhawatirkan mengguncang ekonomi global.
Trump effect juga menimbulkan dampak kompleks pada perekonomian nasional, terutama di sektor ekspor,” kata Andreas.
Itu kata dia,berpotensi menurunkan volume ekspor serta melemahkan daya saing produk-produk dalam negeri untuk mengakses ke pasar Negeri Paman Sam.Demikian anggota Komisi X I DPR RI PDIP Dapil Malang Raya ini, menyikapi kebijakan tarif timbal balik.
“Melihat kebijakan Pemerintah AS condong politis untuk menghegemoni perekonomian global.Dampak paling serius jika situasi Trump Effect ini berlarut-larut, terjadinya PHK di mana-mana.Karena kebijakan tarif resiprokal ini akan berdampak terhadap inflasi global hingga pertumbuhan ekonomi nasional melambat,” ujarnya.
Itu ujar dia,saat ini,paling dekat bisa dilihat pada dampak perdagangan, investasi dan keuangan karena nilai pertukaran rupiah kita melemah.Disisi lain,saat ini,ia menyebut situasi ini sebagai kebijakan politis.
“Kebijakan tarif ini adalah upaya Amerika Serikat untuk mengembalikan hegemoni politik mereka.Kalau berlangsung lama,jika kita berkaca pada 1930 silam,itu gak enak.Semoga segera berakhir,” harapnya.
Olehkarena itu,langkah yang tepat bagi Indonesia dalam hal ini, adalah menegosiasi,bukan ikut memberlakukan tarif resiprokal.Maka dari itu, paling penting yang harus dilakukan dalam situasi ini, menurut Andreas, adalah dengan meningkatkan daya saing produk- produk nasional agar bisa berkompetisi di pasar global, yang selaras dengan itu.
“Perlu disertai pula dengan memberikan kemudahan sistem perizinan yang akan berdampak baik pada investasi.Yang membuat situasi kita semakin menjadi-jadi sampai saat ini adalah masalah perizinan.Karena kalau investor kan perlu cepet, kalau harus nunggu perizinan sampai 2-3 tahun kan potensinya hilang,” tegasnya.
Lantas tegas dia,sudah saatnya semua pemangku kepentingan dan para pelaku usaha dan industri di indonesia duduk bersama merumuskan kebijakan,termasuk
di Kota Batu dan Malang Raya ini.
“Jangan sampai kita kalang kabut dengan kebijakan ini.Mudah-mudahan sinergitas Pemkot Batu dan pelaku usaha agar perekonomian di Kota Batu bisa terjaga,” harapnya.
Sementara,Ketua KADIN Jatim Adik Dwi Putranto berharap kepada pemerintah untuk menggunakan posisinya untuk bernegosiasi.
“Saat ini,hubungan Indonesia dan AS masih tergolong baik.Saran saya kepada pemerintah negoisasi nya harus berhasil. Kalau dari sisi pengusaha itu tadi inovasi, adaptasi dan kolaborasi, ini penting. Karena kalau tidak, efek dominonya ke daerah akan serius. Karena Trump Effect ini ngaruhnya ke daya beli masyarakat,” kata Adik.
Ketua KADIN Kota Batu Endro Wahyu Wijoyono menambahkan sejumlah hal strategis yang dapat dilakukan Pemerintah Kota Batu dalam menghadapi ancaman ini.
“Untuk meningkatkan ketahanan ekonomi lokal, dengan melakukan diversifikasi sektor unggulan.Jangan hanya bergantung pada pertanian atau pariwisata saja.Dorong juga ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan industri hijau,” ujarnya.
Selain itu,ujar dia,harus memperkuat UMKM dengan memberikan fasilitas pelatihan, akses modal, dan fasilitasi UMKM untuk kegiatan ekspor atau masuk pasar digital internasional. Dalam hal ini, diharap Pemkot Batu menggandeng KADIN dan instansi pusat untuk membuka akses pasar global, terutama AS, untuk produk unggulan seperti apel, kerajinan, dan makanan olahan.
“Disisi lain,meningkatkan ketahanan ekonomi lokal,diversifikasi sektor unggulan,dan jangan hanya bergantung pada pertanian atau pariwisata saja.Maka dorong juga ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan industri hijau.Perkuat UMKM,beri pelatihan, akses modal, dan fasilitasi UMKM untuk bisa ekspor atau masuk pasar digital internasional,” lanjutnya.
Dalam menyusun strategi ekspor produk lokal, Abah Endro Pemkot Batu perlu menggandeng KADIN dan instansi pusat untuk membuka akses pasar global, terutama AS, untuk produk unggulan seperti apel, kerajinan, dan makanan olahan.
Dalam hal ini,menurut Abah Endro untuk branding produk – produk Kota Batu sebagai produk berkelanjutan dan berkualitas ekspor. Untuk mendorong investasi masuk, buat regulasi dan perizinan yang ramah investor, terutama di sektor pertanian modern, pariwisata hijau, dan pengolahan hasil bumi.Okehkarena itu, harus bangun kemitraan dengan investor asing.
“Untuk literasi dan edukasi ekonomi global, fasilitasi seminar dan pelatihan bagi pelaku usaha dan generasi muda agar melek terhadap dampak kebijakan global, perang dagang, atau fluktuasi mata uang,” tambahnya.
Selain itu,gunakan momen seperti dialog dengan DPR RI ini sebagai platform edukatif berkelanjutan. Dengan dialog tersebut, menurutnya konektivitas dan Infrastruktur digital
untuk mempermudah UMKM dan pelaku usaha masuk ke e-commerce global.
“Kolaborasi dengan kementerian atau pihak luar negeri dalam digitalisasi sektor pariwisata dan pertanian,” pungkasnya.(Gus)











