GRESIK I bidik.news – Komunitas Wartawan Gresik (KWG) berkolaborasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik menggelar dialog publik dengan tema “Memaksimalkan Investasi untuk Meningkatkan PAD dan Menekan Angka Pengangguran”, di Gedung Nasional Indonesi (GNI) pada Jum’at (13/06/2025).
Tema yang diusung ini untuk mendongkrak PAD serta memaksimalkan investasi di Kabupaten Gresik, mengingat Gresik saat ini sebagai kota industri. Tidak hanya itu, problem ketenagakerjaan juga menjadi sorotan pada dialog publik iki. Pasalnya, Kabupaten Gresik memiliki perda No. 07 tahun 2022 yang mengatur penyerapan tenaga kerja lokal wajib 60 persen pada perusahaan yang berada di wilayah Gresik.
Acara yang diinisiasi KWG ini menghadirkan tiga narasumber yakni Plt Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, serta Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Gresik, Ismail Fahmi dengan dipandu Jurnalis Senior Syuhud Al-Manfaluty.
Ketua KWG Miftahul Arif dalam sambutanya menjelaskan, kolaborasi antara KWG dan DPRD Gresik melalui acara dialog publik ini bentuk dari upaya jurnalis untuk ikut serta memberi kontribusi terhadap pembangunan Gresik.
“Isu yang kami angkat ini fokus terhadap permasalahan yang ada di Gresik. Bagaimana nantinya pemerintah memenuhi target PAD serta pengentasan pengangguran, semoga dialog ini bermanfaat,” katanya.
“Pemerintah daerah harus melakukan terobosan dalam menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi aset daerah,” tegas Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir saat menjadi narasumber.
Syahrul menekankan bahwa pemerintah daerah tak bisa hanya mengandalkan pajak dan retribusi sebagai sumber PAD. Menurutnya, aset-aset daerah yang selama ini belum tergarap secara optimal bisa menjadi sumber pemasukan yang menjanjikan.
“Jika pemanfaatan aset daerah bisa dimaksimalkan, lonjakan pendapatan akan sangat signifikan, bahkan bisa melampaui kontribusi dari sektor pajak,” ujarnya.
Politisi PKB ini mencontohkan, pada tahun 2024 Pemkab Gresik mampu melampaui target pendapatan daerah dari sektor aset. Hal ini menunjukkan potensi besar jika aset daerah dikelola secara produktif dan kolaboratif.
“Ketika aset dikelola dengan baik, bukan hanya PAD yang meningkat, tapi juga membuka peluang kerja. Ini memberikan multiplier effect bagi ekonomi daerah,” tambahnya.
Syahrul juga menyinggung tren kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berdampak pada daya bayar masyarakat. Oleh karena itu, ia menilai pentingnya keseimbangan antara pendapatan dari pajak dan sumber pendapatan lainnya.
“Kalau kita fokus ke optimalisasi aset, efeknya bisa lebih besar. Pemerintah harus serius menggarap potensi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Bupati Gresik Asluchul Alif yang turut hadir dalam dialog tersebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini juga tengah mengupayakan peningkatan PAD dari sektor bagi hasil pengeboran migas di Ujungpangkah.
“Kami terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah, termasuk dari sektor migas. Ini sedang kami perjuangkan,” katanya.
Sebagai informasi, dalam APBD 2025, target PAD Gresik ditetapkan sebesar Rp1,544 triliun. Hingga 31 Maret 2025, realisasinya telah mencapai Rp328,47 miliar atau 21,3 persen.
Untuk investasi, masih menurut Alif, Pemkab Gresik terus berupaya menciptakan iklim investasi yang ramah dan kondusif. Bahkan, sejak beberapa tahun terakhir, Gresik menjadi tempat favorit investor menanamkan modal.
“Kami melalui DPMPTSP terus memberikan kemudahan perizinan serta pelayanan terbaik bagi para investor. Gresik bahkan mencatatkan nilai investasi tertinggi di Jawa Timur sepanjang tahun 2024,” ujarnya.
Berdasarkan data, Gresik mencatat investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp26,1 triliun, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp11,7 triliun.
Alif menyebut, tingginya angka investasi ini tidak lepas dari keberadaan kawasan industri besar di Gresik seperti Maspion Industrial Estate, Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), dan Kawasan Industri Gresik (KIG).
Turut hadir pada dialog ini, para pimpinan (OPD) terkait seperti Kepala Dinas Tenaga Kerja Zainul Arifin serta perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta BPPKAD Gresik, anggota DPRD Gresik, Ketua PKDI Gresik serta tamu undangan lainnya. (adv)











