TULUNGAGUNG l Bidik.news– Masjid Al Fattah Tulungagung menjadi tuan rumah perhelatan Akbar Jambore Nasional Bersih-bersih Masjid ke-3 yang berlangsung sukses, mempertemukan ratusan pejuang kebersihan rumah Allah dari berbagai penjuru, Sabtu – Minggu (25-26/4/2026).
Tokoh publik sekaligus pendakwah, ustadz Derry Sulaiman, mengaku baru pertama kali terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Sebelumnya, ia hanya memantau dari kejauhan.
“Ini pertama kali saya ikut langsung. Mudah-mudahan kegiatan di Masjid Al-Fattah ini bisa menjadi motivasi bagi banyak pihak untuk lebih peduli terhadap kebersihan masjid,” ujarnya saat jumpa pers pada, Minggu (26/04/2026).
Lebih lanjut Ustadz Derry menegaskan, bahwa setiap bentuk kebaikan, sekecil apa pun, memiliki nilai besar. “Sekecil apa pun kebaikan pasti berdampak,” tambahnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini murni dilandasi niat ibadah tanpa kepentingan lain.
“Ini adalah gerakan lillahi ta’ala, tidak ada donatur, sponsor, maupun kepentingan politik. Semua bergerak dengan biaya masing-masing. Semoga kegiatan di Tulungagung ini menjadi motivasi untuk gerakan selanjutnya,” ungkapnya.
Sedangkan, salah satu tim giat Amri Fatmi Anziz menjelaskan, pemilihan Tulungagung sebagai lokasi ketiga bukan tanpa alasan. Selain kesiapan Masjid Al-Fattah sebagai tuan rumah, daerah ini dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.
“Pertama di Bali, kedua di Jogja, dan ketiga di Tulungagung. Selanjutnya akan terus berlanjut ke kota-kota lain,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya sejumlah masjid di wilayah perkotaan Tulungagung menjadi sasaran aksi bersih-bersih, di antaranya Masjid Al-Fattah, Masjid Agung Al-Munawar, Masjid Jami’ Al-Muslimun, Masjid Jami’ Al-Huda, Masjid Cempaka Al-Fattah, dan Masjid At- taqwa Kepatihan.
Sebanyak lebih dari 500 relawan diterjunkan dan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap titik masjid diisi sekitar 50 orang relawan dengan durasi kerja kurang lebih tiga jam, yaitu sebelum sholat dhuhur. Para peserta yang mayoritas dewasa tampak antusias membersihkan area dalam hingga luar masjid.
Amri berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi pengelolaan masjid di daerah lain sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Kegiatan Jambore Nasional Bersih-Bersih Masjid ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan fisik tempat ibadah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya merawat masjid sebagai pusat aktivitas dan perhatian umat.
“Insyaallah ini bisa menjadi percontohan untuk masjid lain. Selain relawan, kami juga dibantu warga sekitar, sehingga semangat gotong royong benar-benar terasa,” ujarnya.
Sementara itu, H.Sutrimo, selaku marbot Masjid Al Fattah mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini di Tulungagung. “Saya sangat senang dengan kegiatan acara jambore Nasional Bersih-bersih Masjid ini,” ujarnya dengan penuh antusias.
Lebih lanjut H. Sutrimo berharap kegiatan ini tidak sekedar menjadi ajang bersih-bersih fisik, namun menjadi pemantik semangat bagi generasi muda. ” Semoga ini bisa menginspirasi bagi generasi muda umat Islam dimanapun berada untuk lebih mencintai dan memakmurkan masjid,” tambahnya.
Sebagai tuan rumah, H. Sutrimo juga menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh relawan. “Mohon maaf jika dalam memberikan pelayanan, jamuan kurang berkenan bagi para peserta jambore dan tamu-tamu yang hadir,” tutur Abah Trimo seusai penutupan acara.











