PASURUAN I bidik.news – Luasnya daerah Kabupaten Pasuruan juga kultur wilayah yang berbeda membuat Dewan setempat mendorong untuk pendirian rumah sakit di wilayah selatan Kabupaten Pasuruan.
Usulan ini sebagai bentuk pemerataan layanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan yang sudah mulai menemukan bentuk nyata.
Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan mendorong Pemkab segera merealisasikan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di kawasan Pasuruan selatan.
Bahkan, lahan seluas 4.000–5.000 meter persegi di wilayah Purwodadi sudah dipetakan untuk proyeksi lokasi rumah sakit baru tersebut.
“Warga di Pasuruan selatan selama ini banyak yang memilih berobat ke Malang karena akses rumah sakit di daerah kita terbatas. Kalau RSUD baru ini terealisasi, pelayanan kesehatan akan lebih merata,” ujar Najib Setiawan, sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Selasa siang (9/9/2025).
Senada, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, menyebut pembangunan RSUD selatan bakal memecah kepadatan pasien yang selama ini menumpuk di RSUD Bangil.
Legislator PDI Perjuangan itu menegaskan, lahan di sekitar exit tol Purwodadi menjadi pilihan ideal karena aksesnya strategis.
“Dengan lahan 4.000–5.000 meter persegi, rumah sakit bisa dibangun representatif dan mudah dijangkau masyarakat,” imbuhnya.
Andri menambahkan, pembangunan RSUD di wilayah selatan bukan hanya soal fasilitas, tapi juga keadilan bagi warga.
Rencana pembangunan RSUD ini diharapkan segera masuk dalam prioritas Pemkab Pasuruan tahun depan.
Dengan hadirnya RSUD baru, masyarakat di wilayah selatan diyakini tak perlu lagi jauh-jauh ke Malang untuk mendapatkan layanan kesehatan memadai.
“Program UHC (Universal Health Coverage) di Pasuruan tahun ini tembus Rp157,4 miliar. Sudah seharusnya layanan kesehatan juga tersebar merata, tidak hanya bertumpu di utara,” tegas Andri.
Politisi PDI Perjuangan ini mengharapkan agar masukan ini secepatnya direalisasikan oleh Pemkab Pasuruan. (rusdi)











