PASURUAN | bidik.news – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur berdampak langsung pada penyusutan sumber air. Salah satu yang terdampak adalah Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan.
Direktur Perumdam Giri Nawa Tirta, Za’ari, mengungkapkan bahwa debit air yang dikelola perusahaan mengalami penurunan hingga 25 persen dibanding kondisi normal.
“Ada dampak yang terjadi saat musim kemarau ini. Debit air mengalami penurunan hingga 25 persen,” ujarnya, Selasa (1/8/2025).
Za’ari menyebut kondisi tersebut sebagai hal yang lazim terjadi setiap tahun saat puncak kemarau. Namun, pihaknya tetap berupaya menjaga layanan air bersih kepada masyarakat.
“Ini proses alamiah. Wajar jika penurunan ini terjadi saat musim kemarau seperti sekarang,” jelasnya.
Baca juga: PDAM Giri Nawa Tirta Siapkan Pemeliharaan Jaringan Pipa Atasi Kebocoran
Untuk mengatasi keterbatasan pasokan, Perumdam Giri Nawa Tirta menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari mencari sumber air baru hingga menjalin kerja sama strategis dengan PDAM Kota Surabaya.
“Upaya-upaya tersebut sudah berjalan. Dengan cara ini, kekurangan debit air yang terjadi pada sumber-sumber kami bisa diatasi. Ini menjadi tantangan tersendiri di tengah keterbatasan sumber daya air,” ungkap pria yang akrab disapa Ari itu.
Ari menegaskan, kerja sama dengan PDAM Kota Surabaya merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pasokan dan menjaga kualitas layanan pelanggan.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menjamin pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.











