BANYUWANGI – Seorang pengusaha di Banyuwangi mengaku kecewa dengan kualitas pelayanan di dealer mobil Honda Banyuwangi.
Ia adalah Agus, seorang pengusaha ternak sapi di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Menurutnya, kekecewaan tersebut muncul, setelah pihaknya berniat menyervis mobil Honda Civic yang baru dibelinya di dealer Honda Banyuwangi. “Mobil itu saya beli dengan sistem kredit pada bulan Desember 2019 kemarin,” cetus Agus.
Ia mengungkapkan, mobil barunya tersebut dibawa oleh Anton driver dealer Honda Banyuwangi untuk diservice, dan setelah selesai diservice mobil tersebut dikembalikan oleh Anton kepadanya, namun ia kaget karena kondisi mobilnya dalam kondisi rusak berlubang dibagian bamper kanan depan.
“Saat saya tanya kenapa dengan mobil saya, dengan entengnya Anton driver bilang ditabrak motor di jalan,” kesal Agus.
Dengan adanya insiden itu, lanjut Agus, pihaknya minta pertanggungjawaban kepada Anton, dan Anton menyanggupi sehingga mobil tersebut dibawa kembali ke dealer.
“Selama seminggu mobil saya berada di dealer, tiba-tiba Anton telepon saya dan menyuruh saya mengambil mobil dan membawanya pulang. Anton beralasan, karena masih menunggu spare partnya belum ada,” terangnya.
Kemudian, Agus meminta kepastian kepada Anton terkait datangnya spare part mobilnya tersebut, dan Anton menjanjikan dalam satu minggu kedepan spare part sudah datang, namun hingga satu bulan ini belum ada kepastian.

“Anton saya telepon bilangnya spare part belum ada dan masih menunggu, kalau begini caranya sebagai konsumen saya merasa dirugikan karena terkesan digantung dan hanya bisa menunggu,” ucap Agus dengan nada kesal.
Sementara, Salas Manager Dealer Honda Banyuwangi, Erwin saat dikonfirmasi mangatakan, menurut pengakuan Anton, awalnya mobil tersebut diketahui sudah saatnya service pertama, karena sudah dikilometer 1000.
“Waktu itu, kata Anton, pak Agus menelponnya dan minta tolong untuk mengambil mobil di rumahnya, agar dibawa ke delear untuk diservice, namun ditengah jalan pas lampu merah, mobil tersebut ditabrak motor dari arah belakang, sehingga menimbulkan luka robek atau berlubang dibagian bamper kanan depan,” ujar Erwin.
Kemudian, setelah selesai diservice, mobil tersebut dikembalikan oleh Anton ke rumah Agus, dan insiden itu dilaporkan oleh Anton kepada Agus dan istrinya. Dari situ Agus marah-marah kepada Anton, dan Agus meminta kepada Anton agar bertanggung jawab.
“Atas insiden itu, Anton bertanggung jawab dengan dibantu untuk klaim asuransi. Asuransi diproses dan saat ini masih menunggu spare part bamper, jadi posisinya seperti itu,” jelasnya.
Dari keterangan Anton, lanjut Erwin, estimasi waktunya dua minggu menunggu spare part tersebut datang.
“Yang pasti posisinya sekarang masih nunggu spare part, terkait estimasinya mulai kapan, saya belum konfirmasi Ari bagian klaim asuransi,” pungkas Erwin.









