• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home NASIONAL

DBS Asian Insights Conference 2022:  Kemenkes Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Menuju Endemi

Haria Kamandanu by Haria Kamandanu
4 years ago
in NASIONAL
Reading Time: 4 mins read
0
(Ki-ka) Pakar Mikrobiologi UI Prof. dr. Amin Soebandrio, PhD, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi, dan Pimred Katadata.co.id Yura Syahrul dalam DBS Asian Insights Conference 2022 sesi pertama, Kamis (24/2/2022) di Jakarta. (Ist)

(Ki-ka) Pakar Mikrobiologi UI Prof. dr. Amin Soebandrio, PhD, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi, dan Pimred Katadata.co.id Yura Syahrul dalam DBS Asian Insights Conference 2022 sesi pertama, Kamis (24/2/2022) di Jakarta. (Ist)

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Bank DBS Indonesia menggelar Asian Insights Conference 2022 pada Februari – Maret mendatang, dan terbagi menjadi 4 sesi. Bertema “Economy and Environment: Towards a Revolutionary Future”, sesi pertama membicarakan tentang “The Road to Endemic – Finding Normal in New Normal” dengan keynote speech Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, serta pakar di bidang kesehatan, yakni Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, pakar mikrobiologi UI Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D dan Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara dan Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof. Tjandra Yoga Aditama.

Para pakar memberikan wawasan terkait varian Omicron yang belakangan merebak, pengendalian pandemi, serta langkah-langkah pemerintah dalam mendukung pemulihan berbagai sektor di Indonesia.

Paulus Sutisna, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia merasa optimis jika program vaksinasi dapat berjalan lancar dan situasi pandemi terkendali dengan baik, maka daya beli akan secara bertahap kembali normal, dan meningkatkan kesempatan kerja serta tingkat produksi sehingga membawa manfaat signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

“Inilah yang melatarbelakangi visi Bank DBS, yaitu sebagai Best Bank for a Better World di mana kami berupaya untuk berkontribusi secara positif untuk dunia yang lebih baik.” ujarnya, Kamis (24/2/2022).

Pandemi Covid-19 memengaruhi kehidupan masyarakat, sehingga muncul pertanyaan apakah pandemi ini akan berakhir. Sejak beberapa bulan lalu, pemerintah Singapura telah mempersiapkan skenario baru, yaitu memperlakukan Covid-19 sebagai endemi dengan mengejar target vaksinasi di atas 80%, di mana saat ini 83% warga Singapura telah tervaksinasi. Pada akhir Desember 2021 lalu, dengan menurunnya kasus infeksi baru di Indonesia dan sedikitnya penderita yang perlu dirawat di RS, sejumlah pihak mengatakan Indonesia telah siap masuk ke tahap endemi.

Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sejauh ini, Indonesia telah mengalami 2 gelombang dalam perkembangan kasus Covid-19. Melihat pemetaan secara global, banyak negara yang sudah mencapai gelombang ke-4 Covid-19, di mana jumlah kasus positif pada gelombang ini dapat mencapai 3-6 kali lipat jika dibanding 3 gelombang sebelumnya. Tentunya Indonesia pun tak luput dari peningkatan ini, melihat sifat virus Covid-19 yang tidak mengenal batas wilayah.

“Saat ini pemerintah melalui Kemenkes telah mempersiapkan enam pilar transformasi untuk menangani Covid-19, yaitu transformasi layanan dasar kesehatan, transformasi sektor kesehatan, transformasi sistem kesehatan, pendanaan, transformasi sumber daya manusia, serta teknologi kesehatan.” ujarnya.

Siti Nadia Tarmizi percaya, penanganan Covid-19 memerlukan upaya dari hulu ke hilir. Apabila deteksi dini, edukasi bagi masyarakat, serta langkah-langkah pencegahan merupakan strategi yang dilakukan di hulu untuk pengendalian transmisi, maka transformasi layanan kesehatan yang disiapkan Kemenkes tersebut diperlukan untuk penanganan kasus di hilir, ketika seseorang telah dinyatakan positif Covid-19. Sehingga diharapkan transformasi ini, fasilitas-fasilitas kesehatan di Indonesia dapat lebih siap menanggapi kasus dan telah dilengkapi sumber daya yang mumpuni.

Jika dibanding gelombang kasus varian Delta pada pertengahan 2021, lanjutnya, di mana puncak kasus positif mencapai angka 56.000, saat ini pemerintah melihat adanya tren peningkatan jumlah kasus dengan varian Omicron yang sudah menyentuh angka 64.700 pada pertengahan Februari 2022. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Tapi pemerintah terus memantau tren dan pola tersebut serta optimis dapat menekan transmisi varian Omicron.

“Kita harus bersiap-siap dan waspada akan datangnya gelombang ketiga setelah melihat pola peningkatan kasus positif Covid-19 saat ini. Setelah menghadapi gelombang pertama dan kedua, serta melihat perkembangan dan langkah yang diambil negara lain, kita makin memahami pola transmisi Covid-19 khususnya saat ini varian Omicron. Jika pada gelombang kedua, tingkat kematian per hari dapat mencapai 2.500, pada varian Omicron kali ini, tingkat kematian jauh lebih rendah dengan angka 180,” katanya.

Dilihat dari sisi keterisian perawatan RS (Bed Occupancy Rate atau BOR), pada gelombang varian Delta secara nasional mencapai lebih dari 60%, saat ini tingkat keterisian perawatan RS nasional berada pada 30%. Sehingga dalam segi penanganan, belum perlu dilaksanakan “penarikan rem darurat”. “Tetapi pemerintah tetap memberlakukan pembatasan mobilitas dan PPKM level 3, dibarengi percepatan vaksinasi, testing, dan tracing,” ungkap Siti Nadia.

Menurut Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D, varian Omicron yang mulai tersebar pada November 2021 tidak memiliki relasi dengan varian Delta yang muncul pada gelombang ke-2. Namun varian ini memiliki jumlah mutasi yang lebih banyak dibanding virus-virus sebelumnya, sehingga Omicron dapat beradaptasi dengan lingkungan yang menyebabkan penularan terjadi lebih cepat. Tapi tidak seluruh mutasi dapat menguntungkan virus. Pada kasus Omicron, justru dengan adanya mutasi itu, varian ini tidak menimbulkan morbiditas atau gejala klinis yang berat.

“Pada dasarnya, risiko infeksi memiliki rumus, yaitu keganasan virus dikalikan dengan dosis virus, lalu dibagi dengan kekebalan. Kekebalan tersebut terbentuk dari vaksinasi maupun infeksi alami ketika seseorang terpapar virus. Berdasarkan atas studi yang dilakukan oleh FKM UI, Kemenkes, dan LBM Eijkman, lebih dari 70% populasi masyarakat Indonesia telah memiliki antibodi, walaupun belum pernah dinyatakan positif Covid-19 maupun tervaksinasi, dan 90% dari populasi yang telah terkena Covid-19 dan tervaksinasi telah memiliki antibodi tersebut. Maka, hal ini menunjukkan kekebalan terhadap virus telah terbentuk dalam masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Dan Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, virus Covid-19 akan selalu ada dengan kemungkinan akan bermutasi ke varian-varian lain di masa yang akan datang. Karena itu, perlu untuk tetap waspadai. Walaupun jumlah kematian akibat Omicron lebih rendah dari varian Delta dan gejala yang ditimbulkan tidak separah gelombang-gelombang sebelumnya, namun korban jiwa tetap ada. Mengingat setiap nyawa masyarakat Indonesia berharga, maka diperlukan upaya maksimal dari pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang adaptif terhadap keadaan dengan mempertimbangkan saran-saran para ahli sehingga dapat mengatur laju penularan.

Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D memaparkan, dengan berkaca dari negara-negara lain, prediksi puncak kasus Covid-19, khususnya varian Omicron, muncul dalam 2-3 bulan sejak kasus pertama terdeteksi. Sehingga, diharapkan pola yang sama juga terjadi di Indonesia. Karena itu, pemerintah perlu memantau pergerakan masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadhan dan lebaran untuk mengurangi kerumunan. Jika hal ini berhasil dijalankan bersama upaya-upaya lainnya, maka Indonesia akan mencapai puncak kasus Covid-19 pada Maret 2022.

Siti Nadia Tarmizi berpandangan, transisi dari fase pandemi menuju endemi bukanlah keputusan sepihak, melainkan membutuhkan pemberitahuan secara resmi dari WHO. Karena itu, saat ini yang dapat dilakukan adalah mengadakan kebijakan-kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan kesehatan dan juga kepentingan ekonomi, sehingga Indonesia dapat tetap bertumbuh secara finansial.

Dalam memasuki masa pemulihan di tengah-tengah new normal, membutuhkan kerja sama dari banyak pihak. Pemerintah dan Kemenkes berkomitmen mempercepat dan memperluas jangkauan program vaksinasi serta mempertahankan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). “Kami mengharapkan kontribusi masyarakat tetap mematuhi prokes dan 5M, yaitu Menjaga jarak, Mencuci tangan, Memakai masker, Membatasi mobilitas, serta Menjauhi kerumunan. Hal ini perlu dilakukan dalam varian Covid-19 apapun. Kami optimis dengan kolaborasi ini, Indonesia dapat kembali bangkit,” tutup Budi Gunadi Sadikin.

Asian Insights Conference merupakan konferensi tahunan Bank DBS Indonesia yang menyatukan para pemimpin dengan pemikiran global untuk membahas peluang dan tantangan perubahan di Indonesia, terutama dalam masa pemulihan dan fase new normal di tengah pandemi Covid-19. Sehingga, para pelaku bisnis, investor, serta masyarakat luas memiliki gambaran tentang penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah serta kondisi ekonomi Indonesia dan dunia. Konferensi ini diharapkan dapat mengubah kekhawatiran dan keraguan menjadi aksi serta keputusan strategis terkait arah bisnis di masa depan.

Related Posts:

  • IMG-20221013-WA0003
    Presiden Jokowi Rencananya Hadir di Forum Rektor…
  • IMG-20230816-WA0108
    KemenPPPA, Kemenkes, PKJS-UI & Takeda Wujudkan…
  • WhatsApp Image 2025-09-10 at 16.13.20
    Komitmen Wujudkan Pemerintahan Digital, Banyuwangi…
  • IMG-20221003-WA0019
    Komisi E DPRD Jatim dan Seluruh Dirut Rumah Sakit…
  • IMG-20221013-WA0004
    PLN NP Group Teken 7 Kontrak Kerja Sama Untuk…
  • images (9)
    Mantan Petinggi TNI AD Kuasai Kabinet Jokowi
Tags: AseanDBS
Previous Post

Realme Gelar Open Sale realme 9 Pro & Tawarkan realme Payday Promo Hemat Hingga 40%

Next Post

PAN Jatim Desak Menteri Agama Tarik Ucapannya

Haria Kamandanu

Haria Kamandanu

RelatedPosts

10 Pimpinan Otoritas Persaingan Finalkan Rencana Kerangka Persaingan ASEAN
NASIONAL

10 Pimpinan Otoritas Persaingan Finalkan Rencana Kerangka Persaingan ASEAN

by Haria Kamandanu
16/06/2022
0

JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama otoritas persaingan usaha di ASEAN tengah menyusun draft berbentuk dokumen Guiding Principles...

Read moreDetails
Next Post
PAN Jatim Desak Menteri Agama Tarik Ucapannya

PAN Jatim Desak Menteri Agama Tarik Ucapannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Tiga Raperda Non APBD 2026 Resmi Disahkan

Tiga Raperda Non APBD 2026 Resmi Disahkan

18/05/2026
Hadiah 2 Kambing Semarakkan Bazar UMKM Mojokerto Raya di CFD Desa Kertosari

Hadiah 2 Kambing Semarakkan Bazar UMKM Mojokerto Raya di CFD Desa Kertosari

17/05/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.