SURABAYA | BIDIK.NEWS – Bidang pendidikan menjadi tumpuan harapan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di sebuah negara, mengingat kemajuan perekonomian dan pembangunan dalam sebuah negara tidak terlepas dari kemajuan yang dimulai dari pendidikannya.
Karena itu, pemerataan pendidikan termasuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan/sekolah menjadi hal yang sangat diperlukan. Namun dalam kenyataannya, masih banyak sekolah yang belum terlengkapi dengan sarana dan prasarana yang baik, terlebih lagi sekolah-sekolah bagi anak penyandang disabilitas, yang sering kurang diperhatikan keberadaannya.
Sehubungan dengan hal itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) BEI kepada salah satu sekolah untuk anak penyandang disabilitas di Surabaya, yaitu SMA Luar Biasa (Tuna Rungu) Karya Mulia.
Bantuan diserahkan Dewi Sriana Rihantyasni Kepala KP BEI Jawa Timur dan diterima Totok Warsito, S.Pd Kepala Sekolah SMA-LB (Tuna Rungu) Karya Mulia.
“Dengan bantuan ini kami harapkan anak-anak penyandang disabilitas dapat meningkatkan kemampuan sosial, menumbuhkan rasa percaya diri dan merasa dimanusiakan seperti orang lain yang tidak berkebutuhan khusus,” ujar Ana, panggilan akrab Dewi Sriana, Jumat (14/10/2022).
Kegiatan CSR ini, lanjut Ana, juga sebagai bentuk empati dan rasa toleransi, sehingga akan meningkatkan rasa bersyukur atas nikmat yang diterima dengan fisik/kondisi sempurna.
Dipilihnya SMA Luar Biasa (Tuna Rungu) Karya Mulia di Jl. Ahmad Yani no. 6-8 Surabaya, kata Ana, karena kondisi infrastruktur penunjang proses belajar yang sudah tidak sesuai dengan model pembelajaran yang diterapkan dan juga fasilitas sarana olahraga sebagai bagian dari pembelajaraan dan pelatihan bagi siswa-siswi juga kurang memadai.
“Harapan dari pemberian bantuan CSR ini agar dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana bagi siswa-siswi SMA Luar Biasa (Tuna Rungu) Karya Mulia yang saat ini menempuh pendidikan di kelas X, XI, XII secara maksimal dan mendapatkan fasilitas yang memadai untuk menunjang proses belajar di sekolah,” pungkas Ana.











