PASURUAN I bidik.news – Cargill Indonesia memperkuat kolaborasi dengan insan pers dalam mendorong literasi publik mengenai industri dan lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui Media Gathering dan aksi penanaman pohon bersama wartawan lintas daerah di kawasan konservasi Kafe Hutan Cempaka, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (23/9/2026).
Mengusung tema “Jurnalisme Ramah Industri Hijau: Menulis Isu Industri dan Lingkungan Secara Akurat, Berimbang, dan Konstruktif”, kegiatan ini diikuti puluhan wartawan dari Gresik, Surabaya, dan Pasuruan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara dunia usaha, pemerintah, dan media untuk memperkuat keterbukaan informasi sekaligus meningkatkan pemahaman publik mengenai isu industri berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.
Selain diskusi, rangkaian kegiatan diisi dengan aksi penghijauan melalui penanaman pohon di kawasan konservasi setempat. Aksi tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh perwakilan Cargill Plant Gresik, Cargill Plant Pandaan, pengurus PWI Jawa Timur, PWI Gresik, Komunitas Wartawan Gresik (KWG), Aliansi Wartawan Media (AW Media), serta jurnalis dari Surabaya dan Pasuruan.
Pers Diminta Kedepankan Data dan Verifikasi
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Lutfil Hakim dalam sesi dialog menekankan pentingnya peran media dalam mengawal isu keberlanjutan dan perkembangan industri melalui karya jurnalistik yang berbasis fakta.
“Media memiliki peran strategis dalam menjembatani informasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat. Karena itu, pemberitaan mengenai isu lingkungan dan industri perlu disusun secara akurat, berimbang, dan konstruktif, sehingga publik memperoleh informasi yang utuh dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Menurutnya, fakta, verifikasi, serta data lapangan harus menjadi pijakan utama jurnalis dalam menyajikan informasi kepada masyarakat. Hal tersebut penting untuk menghindari pemberitaan yang bias maupun sensasional.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Gresik M. Jauzi yang hadir mewakili Kepala DLH Gresik Sri Subaidah memaparkan tantangan pengelolaan lingkungan di tengah perkembangan kawasan industri.
Ia mengatakan, pertumbuhan kawasan industri perlu berjalan beriringan dengan efisiensi sumber daya dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
“Media memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai lingkungan hidup. Informasi yang disampaikan secara tepat dan berdasarkan data dapat membantu masyarakat memahami bagaimana perkembangan industri berjalan serta bagaimana aspek lingkungan dikelola,” kata Jauzi saat membacakan arahan Kepala DLH Gresik.
Cargill Dorong Praktik Berkelanjutan
Dari sisi dunia usaha, perwakilan Cargill Indonesia Adi Suprayitno menjelaskan sejumlah praktik keberlanjutan yang diterapkan perusahaan, mulai dari efisiensi energi hingga pengelolaan limbah terpadu di unit operasional.
“Keberlanjutan merupakan bagian penting dalam perjalanan Cargill. Kami terus berupaya menjalankan kegiatan operasional dengan memperhatikan efisiensi sumber daya, pengelolaan lingkungan, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Adi menambahkan, keterbukaan informasi dan dialog secara berkala dengan media menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman bersama mengenai penerapan prinsip industri hijau.
Melalui kegiatan tersebut, Cargill Indonesia berharap kolaborasi dengan insan pers di berbagai daerah dapat terus berkembang. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong komunikasi yang transparan, akurat, dan bertanggung jawab, sekaligus mendukung upaya pembangunan industri yang lebih berwawasan lingkungan.











