• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

Penularan dan Pencegahan Penyakit TBC , Ini Kata DPRD Jatim Dr. Benjamin

Rofik hardian by Rofik hardian
2 hours ago
in JAWA TIMUR
Reading Time: 3 mins read
0
Anggota Komisi E DPRD Jatim. dr.Benjanmin K ,, MKes

Anggota Komisi E DPRD Jatim. dr.Benjanmin K ,, MKes

SIDOARJO l bidik.news – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dr Benjamin Kristianto , M.Kes , mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tuberkulosis (TBC), terutama dalam mencegah penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Menurut Benjamin, TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Penularan TBC terjadi melalui udara sehingga interaksi masyarakat yang sangat dekat dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri penyebab penyakit tersebut.

“TBC itu menularnya melalui airborne disease, artinya melalui udara. Ketika kita berbicara, apalagi dengan suara keras, ada percikan-percikan kecil yang keluar dan bakteri bisa ikut terbawa,” kata Benjamin pada Jumat (25/9/2026)

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim itu menjelaskan, karakter masyarakat Indonesia yang memiliki budaya berkumpul dan gotong royong juga perlu diimbangi dengan kesadaran menjaga kesehatan, khususnya ketika seseorang mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Benjamin mencontohkan kebiasaan berbagi minuman atau menggunakan wadah minum secara bergantian yang masih dijumpai di tengah masyarakat.

“Belum satu minum, temannya datang, kemudian dibagi minumnya. Dari sedotan itu sebagian air minum sudah bercampur dengan air liur. Ini yang harus kita waspadai,” ujar Benjamin asal Dapil Sidoarjo.

Ia juga menyoroti kebiasaan membuang dahak sembarangan sebagai salah satu hal yang harus dihindari. Menurutnya, penderita yang mengalami batuk perlu memperhatikan etika batuk dan membuang dahak dengan cara yang aman.
“Kalau kita merasa sedang batuk-batuk, pakai masker. Kalau mau meludah, ludahkan di tisu dan langsung dibuang ke tempat sampah. Jangan ditinggal di meja atau tempat lain yang bisa menyebabkan penularan kepada orang lain,” tegasnya.

Dr.Benjamin menambahkan, masyarakat juga perlu mengenali sejumlah gejala TBC. Di antaranya adalah batuk yang berlangsung lama dan tidak kunjung sembuh, penurunan berat badan, serta keringat pada malam hari.

“Biasanya ada batuk kronis, batuk yang lama dan tidak sembuh-sembuh. Kemudian berat badan turun. Kadang juga disertai keringat malam,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa munculnya satu gejala saja tidak otomatis berarti seseorang menderita TBC. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Lebih lanjut, Benjamin menegaskan TBC bukan penyakit yang diturunkan secara genetik dari orang tua kepada anak. Penularan terjadi akibat paparan bakteri, termasuk ketika anak berada dalam kontak erat dengan penderita TBC.

“Jadi TBC itu bukan diturunkan atau genetik. Tetapi bisa menular kepada anak kecil karena kebiasaan dan kontak erat. Misalnya setiap hari digendong oleh orang tua atau kakeknya yang menderita TBC,” terangnya.

Karena itu, Benjamin meminta masyarakat yang mengalami gejala mencurigakan agar tidak takut memeriksakan diri. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah penyakit berkembang dan menimbulkan komplikasi.

“Kalau ada gejala batuk-batuk, jangan takut untuk segera berobat atau diperiksa. Kalau segera diobati, meskipun pengobatannya enam bulan, bisa sembuh tuntas,” kata Dr. Benjamin Pemilik RS.Sheila Medika Juanda Sidoarjo.

Ia menekankan pengobatan TBC harus dijalani sesuai ketentuan tenaga kesehatan hingga selesai. Pasalnya, pasien yang menghentikan pengobatan ketika merasa sudah membaik berisiko mengalami masalah resistensi obat.

“Pengobatan TBC yang enam bulan itu harus diminum sampai tuntas. Jangan diputus di tengah jalan, misalnya baru dua atau tiga bulan karena sudah merasa enak. Bukan berarti kumannya sudah hilang. Kalau pengobatan tidak tuntas, kuman bisa menjadi resisten,” jelas Benjamin.

Menurutnya, keterlambatan penanganan TBC juga dapat meningkatkan risiko komplikasi. Penyakit tersebut tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi dapat mengenai organ tubuh lainnya.

Legislatif Senior ini menyebut TBC dapat menyebabkan gangguan pada selaput otak, kelenjar getah bening, paru-paru, perut, hingga tulang belakang. Pada kondisi tertentu, TBC juga dapat memengaruhi sistem reproduksi.

“Kalau terlambat, bisa terjadi komplikasi. Mulai dari kepala sampai ujung kaki bisa terkena. Karena itu, jangan menunggu sampai terjadi komplikasi,” tuturnya.

Di sisi lain, Benjamin menilai peningkatan daya tahan tubuh juga penting dalam upaya pencegahan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pola makan bergizi, termasuk mencukupi kebutuhan protein, serta istirahat yang cukup.

“Protein itu untuk imunitas, untuk daya tahan tubuh. Jadi sebenarnya bukan hanya protein, tetapi bagaimana meningkatkan daya tahan tubuh melalui makanan bergizi dan istirahat yang cukup,” paparnya.

Ia juga menjelaskan paparan sinar matahari berkaitan dengan pembentukan vitamin D yang turut berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Namun, menurutnya, hal tersebut bukan berarti sinar matahari menjadi satu-satunya cara untuk mencegah TBC.
Benjamin berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan, deteksi dini, dan kepatuhan menjalani pengobatan dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, penularan TBC dapat ditekan dan pasien dapat memperoleh pengobatan secara optimal. ( Rofik )

Related Posts:

  • WhatsApp Image 2026-05-13 at 09.21.53
    Dr.Benjamin : Kebersihan Adalah Kunci Cegah dan…
  • WhatsApp Image 2025-07-01 at 09.02.06
    Reses Dr Benjamin, Warga Sruni Keluhkan Kesulitan…
  • WhatsApp Image 2026-05-11 at 20.36.00
    Pimpinan DPRD Jatim Sri Wahyuni Minta Kewaspadaan…
  • WhatsApp Image 2022-11-09 at 15.29.09
    dr.Benjamin K . MARS: Mencegah Lebih Baik daripada…
  • WhatsApp Image 2022-10-30 at 14.25.35(1)
    Kumpulkan Bamag se-Sidoarjo, dr. Benjamin: Jaga…
  • WhatsApp Image 2022-07-31 at 15.13.33(1)
    Temui Para Bidan, dr.Benjamin Siap Dukung Posyandu Prima
Previous Post

Kadishub Jatim Nyono: Kawasan Pelabuhan Ketapang Jalur Darat Lumpuh Total

Rofik hardian

Rofik hardian

RelatedPosts

TWA Kawah Ijen Kembali Dibuka 28 September 2026 Usai Ditutup Sementara Akibat Karhutla
BANYUWANGI

Kadishub Jatim Nyono: Kawasan Pelabuhan Ketapang Jalur Darat Lumpuh Total

by Rofik hardian
26/09/2026
0

SURABAYA l bidik news - Jalur penyeberangan vital penghubung Jawa-Bali kembali diuji. Dalam beberapa waktu terakhir, lonjakan kendaraan logistik memicu...

Read moreDetails
TWA Kawah Ijen Kembali Dibuka 28 September 2026 Usai Ditutup Sementara Akibat Karhutla

TWA Kawah Ijen Kembali Dibuka 28 September 2026 Usai Ditutup Sementara Akibat Karhutla

26/09/2026
Pelabuhan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Dapat Tambahan Kapal Baru Berkapasitas 2400 GRT

Pelabuhan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Dapat Tambahan Kapal Baru Berkapasitas 2400 GRT

26/09/2026

Hari Spesial KAI, Penumpang Disuguhkan Tarian Gandrung Menari didalam Kereta

26/09/2026

RS Petrokimia Gresik Buka Sunday Clinic, Layani Pasien Setiap Minggu

25/09/2026

Terima Aspirasi Buruh, DPRD Jatim Sumardi Siap Kawal 11 Tuntutan ke Pusat

25/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Penularan dan Pencegahan Penyakit TBC , Ini Kata DPRD Jatim Dr. Benjamin

Penularan dan Pencegahan Penyakit TBC , Ini Kata DPRD Jatim Dr. Benjamin

27/09/2026
TWA Kawah Ijen Kembali Dibuka 28 September 2026 Usai Ditutup Sementara Akibat Karhutla

Kadishub Jatim Nyono: Kawasan Pelabuhan Ketapang Jalur Darat Lumpuh Total

26/09/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.