SIDOARJO | BIDIKNEWS — Peran akademisi dalam pembangunan daerah sangat diperlukan terutama dalam sektor pengaplikasian teknologi berkelanjutan melalui pendekatan sosiokultural. Hal ini disampaikan Bupati Sidoarjo, H Saiful Illah dalam acara pelepasan mahasiswa KKN terpadu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) pada hari Rabu (1/7).
Bertempat di auditorium UMSIDA, acara pelepasan KKN Terpadu diikuti 800 mahasiswa yang berasal dari sejumlah fakultas, diantaranya Fakultas bisnis dan ilmu sosial, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas tarbiyah dan muamalah, Fakultas pendidikan dan ilmu psikologi, serta Fakultas sains dan teknologi.
Pada kesempatan tersebut Bupati menegaskan, pencapaian kesuksesan pemerintah daerah dalam membangun Sidoarjo tidak lepas dari dukungan serta peran para akademisi. ‘’Oleh karena itu, selaras dengan pencapaian pembangunan, pemerintah daerah memberikan umpan kepada pihak akademisi untuk berperan aktif dalam pembangunan kabupaten Sidoarjo,’’ katanya dalam sambutannya.
Sebelum melepas mahasiswa KKN terpadu UMSIDA, orang nomor satu di Sidoarjo juga berpesan, jika mahasiswa mampu memberikan masukan terkait dengan pengembangan Sidoarjo. ” Kekurangan di daerah KKN perlu disampaikan kepada pemerintah. Hal ini bertujuan agar pembangunan menyeluruh bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu Rektor Umsida mengatakan, istilah KKN terpadu , lebih dikaitkan dengan bagaimana program KKN ini bisa berjalan secara sinergi antara kebutuhan kampus yang diwakili oleh mahasiswa dengan kebutuhan yang ada di masyarakat desa, kebutuhan pemerintah, yang diwakili oleh kabupaten maupun Kecamatan.
‘’Sehingga ada hal kesesuaian atau kecocokan. Kampus punya program seperti ini, sedangkan pemerintah punya program pembangunan seperti ini , nah harapan kita itu bisa ketemu. Dan selama ini yang kita lakukan itu sudah sambung. Kerja sama kita dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kabupaten Sidoarjo semakin kita perluas,’’ katanya.
Program KKN diadakan UMSIDA dalam rangka melatih kemandirian dan mendewasakan pola pikir untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di masyarakat. Dukungan pihak Akademisi terhadap pembangunan Sidoarjo melalui program KKN diharapkan mampu menciptakan sinergitas antara pemerintah daerah dengan pihak akademisi dalam hal ini adalah mahasiswa.
Dengan cakupan 50 daerah wilayah KKN, pembangunan dapat dilakukan para mahasiswa ini melalui beberapa aspek termasuk pelatihan pengembangan kemampuan soft skill, yang nantinya mampu menciptakan industri ekonomi kreatif.
Selain itu, program KKN ini mendukung pemerintah Sidoarjo dalam kehidupan sosial melalui program-program yang dirancang para mahasiswa di lokasi KKN. Peserta kegiatan KKN Terpadu ini diharapkan cerdas dan mengetahui keadaan sosial di masyarakat. Termasuk di dalamnya mampu menyikapi kemajemukan masayarakat.
Sehingga diharapkan, mahasiswa mampu menciptakan sinergitas antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Oleh karena tidak hanya masyarakat saja yang membutuhkan kehadiran mahasiswa dalam pengaplikasian ilmunya.
Bagi mahasiswa pelaksanaan KKN terpadu kali ini memiliki harapan tersendiri. Arum mahasiswi Program Studi Administrasi Publik angkatan 2016 mengatakan,”Semoga KKN terpadu ini membantu saya dalam meningkatkan kompetensi kerja.”
Sedangkan bagi Sherla, Mahasiswi angkatan 2016, program studi Pendidikan Teknologi Informasi, ia berharap agar KKN kali ini mampu memberikan nilai tambah tersendiri untuk program studinya.(bsm)












