BIDIK.NEWS | SURABAYA – Eksistensi Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Go-jek Surabaya mendapat suport dari BPJS Ketenagakerjaan. Tim penolong setiap pengemudi Gojek yang mendapat musibah itu menerima kunjungan tim BPJS Ketenagakerjaan dari pusat dan cabang di kantor Go-jek, Jl. Monginsidi No.23 Surabaya pekan lalu.
Dari BPJS Ketenagakerjaan hadir, Asisten Deputy Direktur Bidang Perluasan Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) dan Jasa Konstruksi, Hadi Purnomo dan Kakacab Surabaya Tanjung Perak, Deni Suwardani.
Sedangkan dari URC Go-jek Surabaya, Korlapnya Agus Bandrio, Candra, Cityhead Go-jek Surabaya dan seluruh personil URC.
Agus Bandrio mengatakan, Tim URC Go-jek Surabaya ini dibentuk dan langsung beroperasi sejak November 2017. Anggotanya 45 orang, yang semuanya pengemudi Go-jek Surabaya.
“Rata-rata perbulan 5 – 7 pengemudi Go-jek mengalami kecelakaan. Setiap kali kami mendengar kabar kecelakaan driver Go-jek, URC selalu datang di lokasi kejadian dan melarikan korban ke rumah sakit. Harapan kami korban tidak sampai meninggal, atau setidaknya terhindar dari resiko yang lebih parah,” ujar Agus.
Sementara Deni Suwardani menyambut positif kehadiran URC Go-jek Surabaya. Menurutnya, tujuan URC Go-jek Surabaya sejalan dengan layanan cepat BPJS Ketenagakerjan.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran URC Go-jek Surabaya. Karena laporan cepat dari URC tentang adanya peserta yang mengalami kecelakaan, kami juga segera menyusul korban ke rumah sakit untuk memastikan peserta mendapat layanan yang baik dari rumah sakit,” ujar Deni.
Deni juga menyampaikan, pihaknya akan memberi daftar Rumah Sakit Trauma Center (RSTC), Faskes (fasilitas kesehatan) yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Sedangkan Hadi Purnomo mengaku sangat bangga atas pembentukan URC yang diinisiasi pengemudi Go-jek Surabaya. Menurutnya, ini hanya ada di Surabaya, dan merupakan bentuk kepedulian sesama pengemudi Go-jek.
“Kami siap mensuport niat baik URC Go-jek Surabaya. Jangankan seragam rompi bagi personilnya, pelatihan yang diinginkan pun bisa dilaksanakan,” tutur Hadi sembari minta URC segera mengajukan proposal.
Hadi menambahkan, apresiasi ini juga karena kepesertaan Go-jek Surabaya paling banyak dibanding kota lainnya. Disebutkan, jumlah driver Go-jek yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan secara nasional sekitar 50 ribu orang. Dan yang paling banyak berasal dari cabang Surabaya Tanjung Perak, yakni lebih dari 6 ribu driver Go-jek.
“Tapi masih banyak juga driver Go-jek yang belum daftar peserta BPJS Ketenagakerjaan, termasuk yang di Surabaya. Kami berharap driver Go-jek yang belum terlindungi jaminan sosial segera daftar. Iurannya kan tidak mahal, cuma Rp 16.800,- per bulan untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” pungkas Hadi. (hari)











