BIDIK NEWS | SURABAYA – Deputi Direktur Bidang Kebijakan Operasional Program BPJS Ketenagakerjaan, Endro Sucahyono menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan Jatim akan dijadikan pilot project progam khusus vokasional.
Tapi lanjut Endro, bentuknya ini masih piloting. Kalau Jatim sudah bagus, nanti diimplementasikan ke daerah lain dan tentunya sesuai dengan kearifan lokal masing-masing daerah. Jatim sengaja dipilih, karena Jatim paling siap dibanding daerah lain.
Hal tersebut di ungkapkan Endro kepada wartawan sebelum tampil menjadi narasumber di acara ‘Dialog Bersama Perkembangan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan’ dengan tema ‘Bersama Kita Tingkatkan Produktifitas Perusahaan dan Kesejahteraan Pekerja’ di hotel Novotel Samator, Kamis (8/11).
Program ini, lanjut Endro, untuk membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para pekerja Indonesia. Program ini berupaya mencetak tenaga kerja Indonesia menjadi semakin terampil. Sehingga diharapkan akan mendorong para investor asing masuk untuk berinvestasi di Indonesia.
“Program khusus ini akan menjembatani kebutuhan antara tenaga kerja dan user. Para pekerja kita atau calon pekerja nantinya, akan memiliki skill baru yang lebih bagus dan bahkan bersertifikasi,” ujar Endro.
Endro juga prihatin dengan rendahnya kualitas pekerja Indonesia saat ini. “Saya melihat dari fakta tentang 147 juta penduduk Indonesia yang hanya lulusan sekolah dasar,” imbuhnya sembari menjelaskan jika dalam program ini dananya menggunakan anggaran kementerian keuangan.
Di sisi lain, kata Endro, ternyata banyak sektor industri yang tidak terlalu mempertimbangkan pendidikan formal. “Contohnya perusahaan garmen besar PT Era Cipta Prima (ECP) di Probolinggo yang mayoritas tenaga desainernya hanyalah seorang tukang batu dan petani,” katanya.
Program khusus BPJS Ketenagakerjaan yang disosialisasikan dalam pertemuan Forum Bersama (Forbes) ini direspon positif oleh para peserta komunitas dan para HRD berbagai perusahaan besar di Jatim. Mereka optimis, program ini akan berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Sementara Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Dodo Suharto menambahkan, PT ECP sengaja dipilih karena program CSR perusahaan tersebut sering diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM. Perusahaan garmen berkaryawan sekitar 1.000 orang itu menggarap masyarakat sekitar agar bisa dikaryakan.
Menurut Dodo, di wilayah kerjanya ada banyak perusahaan yang berpotensi digarap lewat program khusus vokasional tersebut. Selain industri garmen, ada juga hotel, sektor pariwisata dan industri rokok yang bisa diikutkan dalam program ini.
“Saya berharap, program Vokasional ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk memperkuat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Jatim. Kita menargetkan, seluruh masyarakat Jatim bisa terlindungi BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Dodo.
Saat ini, lanjut Dodo, baru 3.047.766 tenaga kerja di Jatim terlindungi BPJS Ketenagakerjaan dengan potensi sekitar 21 juta tenaga kerja. (hari)











