BIDIK NEWS | LAMONGAN – Target penambahan kepesertaan baru BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim hingga akhir 2018 sebanyak 2.257.856 peserta. Dari target tersebut, sampai Maret 2018 lalu sudah terealisasi 295.178 peserta. Sedangkan realisasi Maret tercatat 105.041 peserta.
Hal itu dipaparkan Deputi Direktur Wilayah Jatim BPJS Ketenagakerjaan, Dodo Suharto yang didampingi Asisten Deputi Wilayah Bidang Pemasaran Kanwil Jatim BPJS Ketenagakerjaan, Dodit Isdiyono saat Press Gathering Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim dengan tema “Membangun Dan Meningkatkan Kebersamaan Media Dalam Rangka Pencapaian Keunggulan Operasional dan Manfaat Optimal untuk Mendukung Perluasan Kepesertaan” di Tanjung Kodok Beach Resort, Lamongan, Selasa (24/4).
Dijelaskan Dodo, pihaknya optimis target 2.257.856 peserta bisa terealisasi pada Agustus 2018. “Target 1 tahun ini saya optimis bisa tercapai di Agustus nanti. Dimana kita sudah sering melakukan sosialisasi dan edukasi di 37 kabupaten/kota di Jatim. Cuman Kabupaten Trenggalek saja yang belum. Selain itu, kami juga sudah sampaikan ke perusahaan terkait besarnya manfaat BPJS Ketenagakerjaan apabila mereka mengalami risiko kecelakaan dan kematian,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam paparannya, Dodit Isdiyono menyampaikan masih banyak perusahaan yang bergerak di sektor jasa konstruksi (jakons), khususnya proyek swasta yang belum mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini tampak dari target kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari program Jakons sampai Maret 2018 yang tercatat hanya 83.863 peserta dari target sebanyak 328.969 peserta atau sebanyak 1.315.875 peserta sampai akhir 2018.
“Untuk proyek swasta partisipasinya (menjadi peserta) masih kurang. Kecuali jakons yang menggarap proyek APBD atau APBN yang sudah mendaftarkan pekerjanya untuk mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Dodit.
Untuk itu, Dodit mengimbau kepada pengusaha konstruksi untuk segera mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan.
“Kita juga minta bantuannya kepada rekan media jika menemukan proyek swasta yang belum ada plang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, silakan disampaikan ke kami. Tapi, untuk beberapa proyek swasta yang besar seperti jalan tol dan pembangunan jembatan sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Dodit.
Diakuinya, kebanyakan perusahaan jakons yang aktif mendaftarkan pekerjanya adalah jasa konstruksi yang aktif proyek multi years. “Karena sebelum kontrak, diwajibkan mendaftarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya. (hari)











