JAKARTA – Berbagai negara sepertinya sedang berlomba-lomba menemukan vaksin Covid-19 yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Pasalnya, beberapa lembaga pemerintah di Indonesia, pribadi ataupun perseorangan yang ahli dalam bidang vaksin, sedang berlomba menemukan vaksin ini.
Seperti yang dilakukan lembaga intelijen negara atau BIN (Badan Intelijen Negara), TNI AD serta Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sedang melakukan uji klinis untuk memproduksi vaksin virus Covid-19. Bahkan pihak Unair mengklaim telah melakukan uji klinis fase III.
Dalam keterangannya, yang disampaikan Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto mengatakan, vaksin yang diproduksi ini telah terbukti menyembuhkan 85% pasien positif Covid-19 di klaster Secapa TNI AD di Jawa Barat. Untuk itu, pihaknya sekarang ini hanya ‘Waiting List’ keputusan dari BPOM (Balai Pengawas Obat dan Makanan) terkait perijinan untuk dapat di edarkan secara massal.
Seiring penemuan vaksin Covid-19 oleh BIN, TNI AD dan Unair ternyata banyak pertanyaan dari para ahli. Salah satunya dari ahli Biologi Molekuler Independen, Ahmad Utomo yang mengatakan, bahwa layak atau tidaknya vaksin yang ditemukan Unair ini, tergantung keputusan BPOM. Tapi Ahmad menyayangkan proses penelitian yang dilakukan selama ini, dikarenakan minimnya data yang diungkap ke publik tentang komposisi vaksin tersebut.
Hal yang sama, juga dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Melalui sebuah perusahaan plat merah, yaitu PT Bio Farma yang dikenal sebagai produsen vaksin di Indonesia, sedang melakukan penelitian untuk memproduksi vaksin virus Covid-19.
Dalam penelitiannya, PT Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan swasta dari China, Sinovac Biotech. Dalam kerjasama ini disebutkan, selain untuk pasokan bahan baku dalam bentuk ‘bulk’, juga dilakukan kerjasama dibidang tehnologie farmasi, melalui sistim transfer teknologi.
Jadi tugas PT.Bio Farma hanya mengformulasikan bahan baku yang didatangkan oleh Sinovac. Diharapkan dari kerja sama ini, pemerintah menargetkan vaksin Covid-19 ini, nantinya dapat diproduksi oleh PT Bio Farma sendiri pada 2021 dengan jumlah produksi 250 juta dosis.
Sedangkan untuk tahapan produksi, akan mulai dilakukan, setelah uji klinis selesai semua. Diperkirakan uji klinis selesai pada Januari 2021. Sehingga diprediksi, PT Bio Farma sudah dapat memproduksi sendiri pada kuartal I/2021.
Selain kedua lembaga tersebut, ada pihak yang secara pribadi, juga mengklaim telah menemukan ramuan obat herbal untuk mencegah virus ini, yaitu Laksamana TNI Suradi. Obat dalam bentuk herbal dan semprot ini, dikatakan penemunya telah memiliki ijin edar dari BPOM dengan register bernomor TR 203636031 tertanggal 20 April 2020.
Selain Laksamana TNI Sukardi, ada juga pihak yang mengklaim telah menemukan obat berupa antibodi virus Covid-19, yaitu seorang dokter ahli Mikrobiologi bernama Hadi Pranoto. Melalui Youtube nya, Hadi Pranoto bersama penyanyi Anji mempromosikan obat penemuannya dan khasiatnya.
Diharapkan dengan saling berlomba-lomba menemukan vaksin virus Civid-19, akan dapat memulihkan perekonomian di Indonesia, karena dampak dari virus ini sangat mengganggu sendi- sendi kehidupan dan perekonomian. (Imron)











