BANDUNG | bidik.news – Ekonomi Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Willy Togi menyebutkan, pada tahun 2026, BI menargetkan sebanyak Rp 17 miliar transaksi dengan QRIS dan menyebar di 8 negara dengan 45 juta merchant yang tergabung dan 60 juta pengguna.
Memasuki tahun 2026, BI mengusung semangat kemerdekaan digital melalui penguatan ekosistem QRIS. Sejumlah program disiapkan untuk mempercepat pencapaian target, salah satunya melalui kegiatan QRIS Jelajah Indonesia yang terbukti mampu meningkatkan volume transaksi.
“Data dari BI dari tahun 2019 terdapat 1,6 juta pengguna dan pada tahun 2025 meningkat 4,3 juta pengguna dengan Rp 15,51 miliar,” kata Willy saat Capacity Building Media Jawa Timur yang difasilitasi BI Jatim di hotel Pullman Bandung, Jumat-Sabtu (13-14/2/2026).
Willy optimis QRIS akan makin meningkat pada setiap tahunnya. Dengan target yang ditentukan tadi pada tahun ini. Sementara di lokal sudah berjalan, BI ingin meningkat di beberapa negara dengan target tahun ini 8 negara bisa bertransaksi.
“Guna mewujudkan target dalam 8 negara, saat ini BI sedang melakukan penjajakan. Bagus dari sisi tourism dan perdagangan karena transaksi kita ini retail,” jelasnya.
“Kita sudah meningkat nih pengguna QRIS dan transaksinya. Kenapa tidak dengan antar negara. Indonesia termasuk sukses, bagaimana cara menstandarkan aplikasi jadi satu QRIS. Kalau satu QRIS ini maka akan mempermudah pembayaran jadi bisa satu QRIS sekarang ini,” imbuhnya.
Untuk QRIS antar negara dengan prinsip kerjasamanya dan linkage scheme. Prinsip kerjasamanya ada 3 hal yakni transaksi QRIS Cross Border menawarkan biaya yang lebih efisien dibanding metode lainnya seperti kartu kredit, penarikan tunai dan lainnya.
Kedua, penyelesaian QRIS Cross Border payment menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT) berdasarkan perjanjian antar bank sentral. Ketiga interkoneksi antar switching kedua negara untuk memproses transaksi QR Cross Border dan settlement melalui Bank ACCD.
Selain fokus pada antar negara, QRIS Tap juga menjadi fokus BI. QRIS Tap sendiri merupakan transaksi yang mempermudah melakukan scan dengan NFC tidak harus kamera. BI menstandarkan aplikasi QRIS Tap dengan aplikasi NFC tanpa Scan camera.
“Saat ini fokus kesemua masyarakat dan semua usaha termasuk sektor transportasi. Sekarang sudah ada di 25 provinsi yang sudah ada transaksi QRIS Tap. Hal ini adalah upaya kami untuk memberi kemudahan dan efisiensi,” pungkas Willy Togi.











