JEMBER- Perhatian Pemerintah Kabupaten Jember terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) begitu besar sekali, berbagai rencana kerja dan kegiatan pelatihan bagi PMI sudah direncanakan oleh Pemkab Jember. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto Kepada Komisi E DPRD Jawa Timur yang sedang melaksanakan lawatan kerja ke Kabupaten Jember. 18 Mei 2021
Rombongan Komisi E yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi, Ir Artono MM ini diterima langsung oleh Bupati-Wakil Bupati Jember beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Jember. Dalam kunjungan kali ini, Komisi E turut didampingi staf Ahli dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Himawan.
Diawali dengan persembahan musik patrol, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Ir. Artono MM. Dalam sambutannya Ir. Artono menyinggung soal kepulangan tenaga kerja migran Indonesia, Perda tentang perlindungan tenaga kerja migran dan keluarganya serta soal karantina kepada tenaga kerja migran.
Kedatangan Komisi E di Kabupaten Jember ini bertepatan dengan semakin bertambahnya pekerja migran Indonesia yang pulang ke kampung halaman karna sudah habis masa kontraknya, PMI asal Jember juga berada dalam gelombang pemulangan tersebut.
Dari data-data yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi E, Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto begitu serius menyikapi persoalan pekerja migran Indonesia wabil khusus yang berasal dari Kabupaten Jember.
Dihadapan Ketua Komisi E dan rombongan beserta jajaran Forkopimda Kabupaten, H. Hendy menyampaikan rass terima kasihnya kepada Komisi E beserta rombongan yang berkenan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jember.
” pekerja migran Indonesia (PMI) ini merupakan pahlawan divisa yang telah banyak memberikan sumbangsihnya kepada kita bersama, ketika mereka berada di negeri orang mereka mengirim gajinya kepada keluarga di kampung, ini sangat membantu sekali kepada perekonomian kita,” tuturnya.
Masih Hendy, ketika mereka pulang kampung, mereka membawa sejumlah uang untuk keluarganya, ini akan memberi efek domino kepada perekonomian kita, mereka berbelanja dan melakukan berbagai kegiatan ekonomi pasca pulang dari rantau.
Berkaitan dengan penanganan kedatangan PMI ini Kabupaten Jember sudah melakukan berbagai upaya agar para migran ini betul-betul steril dari virus covid-19 atau virus farian baru yang berkembang saat ini.
Kerja sama dan dukungan dari semua pihak, baik dari Kodim 0824/Jember maupun Polres Jember, BPBD serta steakholder lainnya telah mampu menekan penyebaran covid-19.
Secara detail Bupati Hendy menyampaikan penanganan kedatangan pekerja migran Indonesia dan berbagai persiapan-persiapan yang dilakukan oleh Pemkab Jember bagi memastikan penanganan para pahlawan divisa ini lancar dan sesuai dengan protokol yang ada.
Besarnya perhatian Bupati kepada para pekerja migran ini mendorong Bupati meminta kepada Komisi E DPRD Jatim serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur untuk membuat tempat pelatihan khusus kepada para perkerja migran yang pulang kampung.
“Pelatihan khusus kepada pekerja migran ini penting sekali agar kepulangan mereka ini tidak menambah lagi angka pengangguran yang ada di Kabupaten Jember, dengan skill yang mereka dapatkan di negara asal mereka bekerja tentu ini merupakan aset penting bagi kita,” ungkapnya.
Paparan Bupati Hendy berkaitan pekerja migran yang pulang kampung serta pola penanganan yang dilakukan oleh Pemkab Jember yang disampaikan secara detail melalui layar lebar dirspon positif oleh rombongan Komisi E bahkan rencana Bupati untuk membangun pusat pelatihan khusus bagi tenaga migran ini juga mendapat tanggapan yang positif. (Monas)











