SURABAYA l bidik.news – Menanggapi ramainya pemberitaan terkait insiden penolakan dan pembubaran ibadah gereja di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur bidang Hukum dan Pemerintahan Dedi Irwansah, angkat bicara.
Ia menegaskan dan meyakinkan masyarakat bahwa peristiwa serupa yang mencederai kerukunan umat beragama tersebut tidak akan terjadi di wilayah Jawa Timur.
Politisi asal Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini menyampaikan optimismenya tersebut mengingat kuatnya fondasi toleransi serta langkah-langkah preventif yang secara masif terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama elemen masyarakat di Jawa Timur.
“Jadi di Jawa Timur kalau urusan seperti itu (intoleransi), kita yakin insya Allah tidak akan terjadi,” tegas Dedi Irwansah pada Selasa ( 26/5/2026 ).
Lebih lanjut, Pria asal Dapil Sidoarjo ini memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki instrumen yang aktif dalam menjaga kerukunan, salah satunya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).
Dedi menjelaskan bahwa Bakesbangpol sebagai mitra kerja komisi A DPRD Jatim secara rutin mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan tokoh agama dan masyarakat untuk merawat kebhinekaan. Salah satu program andalan yang secara konsisten dijalankan adalah kegiatan Kenduri Kebangsaan.
“Di Bakesbangpol itu bagaimana yang kaitan dengan pencegahan hal tersebut, kita punya program rutin. Kita punya Kenduri Kebangsaan dan segala macamnya. Kita sangat rutin melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu,” jelasnya.
Menangkal Ekstremisme dan Menjaga Kondusivitas
Kegiatan dialog dan silaturahmi budaya seperti Kenduri Kebangsaan dinilai sangat efektif untuk mencegah masuknya bibit-bibit radikalisme.
Melalui upaya kolektif dan doa bersama, Dedi meyakini bahwa masyarakat Jawa Timur tidak akan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah bangsa , ” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Dedi meminta seluruh pihak untuk terus berdoa dan saling menjaga kerukunan di akar rumput.
“Jadi mudah-mudahan dengan doa kita semua, di Jawa Timur hal-hal yang berbau ekstremisme dan intoleransi seperti itu kita masih meyakini tidak akan terjadi. Insya Allah, kita yakin aman,” pungkasnya.
Pernyataan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi seluruh umat beragama di Jawa Timur agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman, damai, dan kondusif, tanpa perlu khawatir akan adanya tindakan persekusi atau pembubaran dari kelompok tertentu. ( Rofik )











