GRESIK | bidik.news – Momentum Hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2026), menjadi catatan penting bagi Batik Bangsawan, UMKM asal Desa Legowo, Kecamatan Bungah, Gresik. Berawal dari usaha kecil yang dirintis sejak 2016, Batik Bangsawan kini mencatat omzet sekitar Rp70 juta per bulan, mempekerjakan sembilan orang, serta menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Perkembangan tersebut tidak lepas dari pendampingan PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero).
Pemilik Batik Bangsawan, Midhiatul Fitriyah, mengatakan usahanya dibangun bersama almarhum suaminya dari keterbatasan. Saat memulai usaha, Fitri mengaku masih belajar produksi sekaligus pemasaran.
“Saya ini didampingi dari nol. Dulu saya hanya berdagang. Alhamdulillah sekarang bisa seperti ini,” ujar Fitri.
Pendampingan Petrokimia Gresik meliputi akses permodalan, pelatihan, peningkatan kapasitas usaha, standardisasi produk, hingga fasilitasi promosi dan pemasaran.
Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Nuril Huda mengatakan, pendampingan diarahkan untuk memperkuat kualitas produk, kapasitas pengelolaan usaha, dan daya saing UMKM.
“Batik Bangsawan menjadi salah satu gambaran bagaimana pendampingan yang berkelanjutan dapat membuka lebih banyak peluang bagi UMKM,” kata Nuril.
Salah satu capaian penting Batik Bangsawan adalah memperoleh sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 2025 melalui dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik.
Dari sisi pemasaran, Batik Bangsawan mendapat kesempatan tampil dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 dan INACRAFT 2026 bersama sejumlah UMKM binaan Pupuk Indonesia Group.
Produk Batik Bangsawan yang sebelumnya dipasarkan di Gresik dan sekitarnya kini telah menjangkau pasar nasional hingga mancanegara, termasuk Thailand dan New York, antara lain melalui pemanfaatan platform digital. UMKM tersebut juga meraih penghargaan Platinum pada Bina Mitra UMKM Award 2025.
“Di forum pameran kami tidak hanya bisa promosi, tetapi juga belajar. Kami jadi tahu bagaimana memperkenalkan produk dan mendapatkan pengalaman baru,” tutur Fitri.
Dukungan Petrokimia Gresik juga dilakukan melalui penggunaan produk Batik Bangsawan sebagai suvenir perusahaan.
Fitri mengapresiasi pendampingan tersebut yang dinilainya membantu Batik Bangsawan terus bertahan dan berkembang.
“Saya sangat berterima kasih kepada Petrokimia Gresik. Berkat pendampingan dan bimbingannya, UMKM batik saya sampai saat ini masih eksis dan terus diminati,” ujarnya.
Menurut Nuril, pengembangan UMKM batik tidak hanya berdampak pada pertumbuhan usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya.
Kini, setelah hampir satu dekade berjalan, Batik Bangsawan telah berkembang menjadi usaha yang mampu memberikan pekerjaan bagi sembilan orang di lingkungan sekitar.
“Dulu saya mulai dari kecil sekali. Sekarang Alhamdulillah usaha ini bisa berkembang dan memberikan pekerjaan untuk orang lain,” pungkas Fitri.












