Sumenep | bidik.news – Maraknya aksi badut di sejumlah persimpangan jalan di Kota Sumenep, Jawa Timur memaksa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turun tangan. Kali ini penegak perda itu gencar melakukan operasi hunting ke lokasi-lokasi yang menjadi tempat badut beraksi.
Badut jalanan merupakan salah satu cara seseorang dalam mengemis dengan memakai kostum dan topeng badut. Biasanya mereka melakukan aksinya di persimpangan atau simpul-simpul jalan umum. Supaya aksinya menarik perhatian, badut juga menari berlenggak-lenggok.
Kepala Satpol PP Sumenep melalui Kabid Trantibumlinmas Fajar Santoso mengatakan, pihaknya tidak main-main dengan aksi yang dapat meresahkan pengguna jalan. “Akhir bulan ini (Juni) kami melakukan penindakan terhadap badut-badut jalanan,” katanya saat ditemui di ruangannya, 21 Juni 2024.
Badut jalanan, lanjut Fajar, merupakan aksi pengemis yang masuk kategori mengganggu ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), sehingga pihaknya terus berupaya untuk menertibkan. Salah satunya dengan melakukan operasi rutin dan berkala.
Fajar mengungkapkan, badut jalanan merupakan fenomena yang tergolong baru di Kota Sumenep. Berdasarkan hasil wawancara dengan para pelaku, mereka semuanya dari luar kota yang sengaja datang ke Kota Sumekar untuk menjalankan aksinya.
Ditanya soal tindakan Satpol PP bagi para badut yang ketahuan kembali beraksi, Fajar menegaskan, supaya mendapat efek jera, pihaknya akan menempatkan badut jalanan di rumah perlindungan sosial (RPS). Biasanya warga yang berada di RPS akan menjalani masa pembinaan selama lima hari. “Kalau di sini (kantor Satpol PP) tidak ada makan dan minum, tapi kalau di RPS sudah disediakan,” katanya.
Lebih jauh dia menuturkan, fenomena gangguan Trantibumlinmas dari tahun ke tahun berbeda-beda. Pada tahun 2018 dan 2019 banyak pengamen dan bencong yang meresahkan masyarakat. Kemudian menginjak tahun 2022 banyak manusia silver, yaitu pengemis yang mengecat tubuhnya dengan warna silver.
Sementara, pada tahun 2023 hingga sekarang, banyak pengemis jalanan dengan menggunakan kostum badut.(suf)











