BIDIK NEWS | JAKARTA – Crown Group, pengembang yang berbasis di Sydney mengumumkan informasi terbaru tentang Daftar Universitas Asia Pasifik Terbaik untuk 2017.
Adalah Times Higher Education yang meluncurkan Peringkat Universitas-Asia-Pasifik untuk 2017 yang menggambarkan kekuatan pertumbuhan di sektor pendidikan tinggi di kawasan ini.
Peringkat Universitas Asia-Pasifik tahun 2017 ini berhasil menganalisa universitas di 38 negara di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara dan Oceania. Keseluruhan peringkat menampilkan lebih dari 200 universitas dari 13 negara yang berbeda
Times Higher Education adalah majalah Mingguan di Inggris yang dikenal menerbitkan daftar tahunan Times Higher Education World Universities Rankings yang pertama kali muncul pada November 2004.
Jepang adalah negara yang paling banyak memiliki perwakilan dengan 69 universitas. Tiongkok berada di posisi kedua dengan 52 universitas. Negara lain yang memiliki kehadiran kuat di peringkat tersebut adalah Australia (35 universitas), Taiwan (26), Korea Selatan (25) dan Thailand (9). Australia diwakili 3 universitas terkemuka di daftar Top 10, yaitu University of Melbourne (3), Australian National University (8) dan University of Queensland (10).
Selanjutnya untuk daftar Top 20, Australia memiliki 8 perwakilan universitas, yaitu University of Sydney (11), Monash University (12), University of New South Wales (16), University of Western Australia (19) dan University of Adelaide (20), dimana University of Sydney dan University of New South Wales berada di Sydney.
Simon Marginson, direktur Pusat Pendidikan Tinggi Global di UCL Institute of Education, menunjukkan, wilayah ini sudah lebih besar dari Eropa dan Inggris dalam hal jumlah siswa dan pengeluaran biaya penelitian. “Dan suatu hari nanti akan sama pentingnya dengan AS dan Kanada. Wilayah Asia Pasifik adalah yang paling dinamis di dunia pendidikan tinggi,” kata Marginson, Selasa (6/2/2018).
Sementara Peringkat Tahunan Universitas Versi THE dan Peringkat Universitas Asia memberi kita wawasan yang jelas untuk wilayah ini, kami percaya bahwa inilah saatnya untuk fokus lebih tajam pada bagian dunia yang unik dan menarik ini,” katanya.
Hasil ini adalah gambaran terbaru tentang kekuatan dan, yang lebih penting, peluang yang diberikan oleh salah satu kawasan dengan pendidikan tinggi dan penelitian terpenting di dunia.
Ian Jacobs, presiden dan wakil rektor University of New South Wales yang berbasis di Sydney, mengatakan, lempeng tektonik pendidikan tinggi global sedang bergeser.
“Tampaknya kawasan Asia Timur dan Tenggara, dikombinasikan dengan kekuatan tradisional Australia dan Selandia Baru, telah siap menerima keuntungan utama ini,” tambahnya.
Seperti yang diutarakan dalam laman Indonesia.embassy.gov.au, Australia telah menjadi pilihan tujuan belajar utama bagi warga Indonesia pada 10 tahun terakhir, dengan perbandingan 1 dari 4 mahasiswa yang belajar di universitas luar negeri, memilih Australia.
Pendaftaran dari Indonesia ke seluruh lembaga pendidikan Australia, dari universitas hingga pusat pelatihan vokasional mencapai lebih dari 20.000 hingga Juni 2017. Karena semakin banyak keluarga Indonesia yang mengakui bahwa Australia itu lebih dekat, terjangkau dan aman, serta memiliki universitas-universitas kelas dunia.
Crown Group Indonesia Head of Sales, Elis Sumarto menambahkan, data baru ini pernyataan sangat kuat yang mengatakan bahwa Australia bukan hanya Save Heaven untuk investasi properti, namun juga merupakan pusat pendidikan di Wilayah Asia
“Australia telah menjadi tujuan institusi pendidikan utama selama beberapa dekade terakhir di kawasan ini, dan survei terbaru ini memperkuat posisi Australia sebagai salah satu Hub Pendidikan terbaik di Asia Pasifik.
Dibanding negara lain di kawasan yang sama, Australia memiliki keuntungan yang tidak dimiliki negara lain, yaitu sebagai tujuan investasi property dan pusat pendidikan,” ucapnya.
“Saat ini sudah terjadi pergeseran usia dari tipe pembeli produk kami, dimana semakin banyak jumlah tipe investor berusia di bawah 40 tahun, dengan jumlah presentase lebih dari 40% dan masih terus bertambah. Mereka masih aktif untuk melanjutkan pendidikannya atau sudah berfikir untuk melakukan investasi jangka panjang apabila anak-anak mereka nanti melanjutkan sekolah di luar negeri,” tuturnya.
Daftar baru ini juga menunjukkan bahwa Melbourne dan Sydney tidak lagi mendominasi daftar universitas terbaik di Australia. Ada kota lain di negara ini yang memiliki institusi pendidikan yang sangat bagus, dan mereka mengejar dengan cepat.
“Dan ini menjadi sangat penting bagi kami sebagai pengembang karena memberikan banyak opsi dalam meluaskan dan mengembangkan proyek-proyek kami di masa depan. Inilah sebabnya mengapa kami selalu mengembangkan proyek hunian di dekat institusi-intitusi pendidikan, mengetahui kebutuhan masyarakat dan para pembeli kami untuk memiliki akses mudah terhadap universitas-universitas ini,” kata Elis.
Pada 2018, Crown Group akan meluncurkan proyek pengembangan mixed-use terbarunya di Eastlakes, Sydney dan proyek high rise pertamanya di Melbourne. (hari)











