SOLO l BIDIK.NEWS – Dalam rangkah konsultasi dan koordinasi penanganan banjir dari hulu hingga hilir di Jawa Timur maka itu Komisi D DPRD Jatim bidang Pembangunan turun gunung kunjungi BBWS Bengawan Solo dan Balai Pengelolaan DAS dan hutan lindung Kementrian KLHK di Solo.
Menurut Anggota Komisi D Nur Azis menyampaikan pihaknya melakukan pertemuan untuk membahas agar Jawa Timur terhindar banjir. Pada pertemuan tersebut telah dipaparkan program pengendalian banjir pada tahun 2023.
Legislator dari Fraksi PKB DPRD Jatim ini menegaskan anggaran untuk penanggulangan banjir di wilayah BBWS Bengawan solo pada tahun 2023 tersebut meliputi penuntasan banjir kali Lamong.
Peningkatan kapasitas plangwood sedayu lawas 3. Penanggulangan sedimentasi di dermaga kapal nelayan bale purbo Gresik dan di harapkan segera mungkin dibangunnya waduk Jabung rengdex di Widang kabupaten Tuban dengan mengadakan pertemuan lintas instansi untuk menyelesaikan permasalahan tanah dengan melibatkan Aparat Penegak Hukum ( APH ), Pemkab Tuban, Pemprov Jatim ,BBWS dan kementerian PUPR.
” Bila waduk ini terbangun maka bisa mengurangi banjir di Bojonegoro ,Tuban dan Lamongan, ” jelas Nur Azis pada Selasa ( 7/3/2023).
Politisi asal Dapil Tuban dan Bojonegoro ini menambahkan selain itu Pemerintah Kabupaten Tuban diharapkan menganggarkan dana shearing untuk penanggulangan banjir yakni dengan meneruskan pembagunan tanggul Bengawan solo di wilayah Rengel dan Soko yang masih belum selesai .
Selanjutnya , masih terang Nur Azis , perlu juga normalisasi waduk kening di wilayah Tuban. “Saya juga berharap supaya di rencanakan anggaran pembangunan waduk karang nongko di Bojonegoro jika pembebasan lahan Pemkab Bojonegoro sudah selesai , ” ucapnya .
Sekedar diketahui kunjungan kerja Komisi D DPRD Jatim di BBWS Bengawan solo dan Balai Pengelolaan DAS dan hutan lindung Kementrian KLHK di solo didampingi Pemkab Tuban, Pemkab Bojonegoro,Pemkab Lamongan , Pemkab Gresik , Pemprov Jatim dan Kementrian PUPR












