SURABAYA – Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan sejumlah daerah di Jawa Timur banyak yang banjir ,salah satunya yang ada di daerah Lamongan dan gresik akibat luapan Sungai Kali lamong dan sungai Bengawan Jero.
Anggota DPRD Jawa Timur H. makin Abbas, LC, MA mengatakan hujan yang terjadi tahun ini dirasa cukup besar sehingga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) ini mencontohkan seperti yang terjadi di wilayah Lamongan Selatan dan wilayah Gresik Selatan saat ini masyarakat di sana terdampak banjir parah akibat luapan kali lamong yang hingga kini tidak ada solusi dari Pemerintah Provinsi untuk mengatasinya.begitu pula wilayah Lamongan tengah, masyarakat disana juga mengalami banjir yang tak kunjung surut akibat luapan banjir sungai Bengawan Jero.
” Saya mendesak Gubernur Jawa Timur Khofifah untuk memperhatikan serius atasi kondisi sungai Kali Lamong dan Sungai Bengawan Jero supaya masyarakat Lamongan dan Gresik terbebas dari langganan banjir dari tahun ke tahun, ” Ungkap Makin Abbas saat di ruang kerjanya, Rabu ( 17/2).
Pria asal Lamongan ini menegaskan akibat bencana banjir tahun 2021 ini sudah terhitung 1565 warga terdampak di 43 desa, 6 kecamatan terendam banjir dengan kerugian materi dan matrial, belum lagi warga di serang penyakit seperti penyakit Myalgia dan Hipertensi.
” Pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi harus serius dan tanggap atasi korban bencana akibat banjir luapan yang mesengsarakan masyarakat terdampak, ” jelasnya.
Anggota Komisi D DPRD Jatim yang membidangi Pembangunan ini memintah agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BPWS Pusat untuk melakukan perbaikan pembangunan Sungai Kali Lamong dan Sungai Bengawan Jero agar banjir tidak terjadi dari tahun ketahun terus menerus.
” Jangan hanya waktu banjir Pemerintah daerah dan Provinsi ada di lokasi , tapi harus punya solusi melakukan perbaikan pembangunan tanggul karena anggarannya sudah ada, ” Jelas Makin.
Lebih lanjut Makin Abas menegaskan akibat banjir tahun ini telah menenggelamkan Enam kecamatan di daerah Lamongan diantaranya Kecamatan Turi, Kali tengah, Karangbinangun, Glagah, Deket, serta Kecamatan Karanggeneng dengan ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 75 cm. Selain banjir merendam jalan poros desa dan areal persawahan, banjir juga menggenangi rumah warga hingga beberapa minggu.
” Jadi ini harus ada penanganan super serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kerjasama dengan BPWS karena anggaran di pemerintah Kabupaten tidak cukup. Sudah Saatnya Gubernur Khofifah perhatikan kondisi Sungai kali lamong dan Sungai Bengawan Jero agar warga lamongan dan Gresik terbebas dari banjir tahunan, ” Pungkasnya.












