BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Sejumlah aktifis Banyuwangi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Banyuwangi (ARB), mendorong pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, untuk mengusut tuntas Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (ASKAB), Agus Tarmidi, agar diproses secara hukum, tanpa ada penangguhan penahanan atau tahanan luar.
Ungkapan sejumlah aktifis itu dinyatakan dalam sebuah petisi yang dinamakan ‘Petisi 09’, diterbitkan, Sabtu (03/03). Mereka diantaranya, Pelni Rompis, Mujiono (Mandar), Slamet S. (Geger), Nanang Hariyanto (Cemeng), Eko Sukartono, Subagio (Sahak), Sunyoto (Suara Bangsa), Risky (Blak), dan Hari Srono.
Dalam Petisi 09 tersebut disebutkan, pada hari Sabtu 24 Februari 2018 pukul 12.00 wib di Cafe Java River City, Dusun Krajan, Desa Sempu, Kecamatan Sempu, telah terjadi penangkapan oleh satuan OTT Polres Banyuwangi terhadap pelaku yakni Ketua ASKAB, Agus Tarmidi dengan barang bukti uang sebesar 10 juta beserta satu unit mobil Pajero nopol P 800 VK dan sebuah Handphone.
Namun, pada kenyataannya barang bukti yang diamankan hanya uang tunai dam handphone saja, sedangkan mobil Pajero tersebut tidak serta menjadi barang bukti.
Oleh karena itu, para aktifis menuntut pihak yang berkompeten menangani kasus ini, berlaku adil tidak tebang pilih dalam penindakannya.
Dalam kasus ini, mereka juga menuntut agar pihak yang memberi uang atau penyuap, atas nama Ahmad Turmudi, Kepala Desa Tegal Arum, Kecamatan Sempu, ikut serta ditahan dan diproses secara hukum yang berlaku tanpa ada pandang bulu.
“Negara kita adalah negara hukum, sepatutnya kita semua menghormati dan melaksanakan untuk mencari keadilan dan kebenaran, kami mendukung tegaknya hukum di Banyuwangi,” ucap Eko Sukartono, Koordinator ARB.
Menurutnya, siapapun orangnya di mata hukum sama, tanpa pandang bulu, apalagi menyangkut pidana khusus.
“Ayo kita ramai dukung penegak hukum, jangan ada istilah tahanan luar, atau tahanan kota, hukum harus ditegakan sekali lagi, apalagi pidana khusus, siapapun orangnya,” tegasnya.(nng)
Teks : Para aktifis ARB saat menunjukkan petisi 09 di sebuah warung makan di Banyuwangi. (foto:ist)








