LAMONGAN – Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (APEDI) Jawa Timur terus bergerak membantu pemerintah memulihkan ekonomi di masa pandemi, utamanya mensejahterakan masyarakat petani, dan termasuk kesehatan masyarakat secara luas, demikian diungkap Ketua dewan pembina DPD APEDI Jatim M Badrin Tolchah, saat melihat demplot pertanian organik di Desa Deketagung, Kec Sugio. Selasa (9/11).
“Setelah dilakukan uji tanah sawah di Deketagung beberapa waktu lalu dengan kondisi PH antara 7-8, maka saat ini APEDI Jatim mulai mengolah lahan sawah percontohan seluas 2 hektar untuk ditanami padi organik” kata M Badrin.
Proses pertanian organik di Deketagung ini ramah lingkungan, karena tidak menggunakan pupuk buatan pabrik dan pestisida . Proses ini akan menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem di dalamnya.
“Proses pertanian organik dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, serta membangun ekosistem yang berkelanjutan. Proses pertanian organik juga dapat mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT). Karena pupuk yang digunakan itu pupuk pupuk organik, seperti kompos, pupuk hijau maupun pupuk hayati. Untuk pemberantasan hama menggunakan pestisida alami yang dihasilkan dari daun-daunan dan buah-buahan yang difermentasikan secara alami,” ungkap Gus Badrin.
Selain menyuburkan tanah, padi organik ini akan diproses tanpa poles , ketika dikonsumsi dapat mengurangi kadar logam berat dalam darah, karena penggunaan insektisida kimiawi. Hal inilah yang dapat mencegah tubuh terserang berbagai macam penyakit yang
banyak diderita oleh masyarakat.
“Beras organik memiliki kandungan nutrisi dan mineral tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai, sehingga aman dan sangat baik dikonsumsi penderita diabetes. Beras organik baik untuk program diet, mencegah kanker, serangan jantung, asam urat, darah tinggi dan vertigo,” terangnya.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa selain kesuburan tanah dan peningkatan kesehatan masyarakat, manfaat pertanian organik di Deketagung ini akan lebih menguntungkan petani, karena biaya proses produksi dari jelang tanam hingga panca panen, dibanding harga jual beras organik yang cukup tinggi, selisihnya cukup lumayan. ( ali )











