SURABAYA – Daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas ancaman ketahanan nasional yang tangguh harus dibangun ,karena itu dibutuhkan penanaman kesadaran bela negara sejak dini.
Hal ini dikatakan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Hadi Dediyansah ,S.Pd,M.Hum saat menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di Surabaya ,Minggu ( 5/12 /2021).
Politisi asal Partai Gerindra Jatim ini menegaskan semestinya sosialisasi tentang wawasan kebangsaan ini harus di lakukan sejak dulu karena didalam wawasan kebangsaan tersebut sudah jelas mencantumkan soal Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila ( P4).
” Saat ini generasi milenial kita sedang distorsi atau penurunan terhadap rasa cinta tanah air, ini sangat memprihatinkan. Karena itu Pentingnya bela negara dalam bingkai NKRI ditanamkan sejak dini ,” terang Cak Dedi panggilan akrab Hadi Dediyansah.

Ditegaskan Cak Dedi , generasi milinial saat ini jika kita uji tentang Pancasila saja kurang memahami , apalagi memahami tentang butir-butir Pancasila, kemudian juga ada UUD 45 dan Bhineka tunggal ika yang juga harus dipahami oleh generasi bangsa kita.
” Dengan digelarnya sosialisasi tentang wawasan kebangsaan ini semoga menjadi pioner utama penyadaran dan menanamkan rasa cinta tanah air terhadap bangsa dan negaranya, ” Harap pria kelahiran Surabaya ini.
” Upaya menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air, sadar berbangsa dan bernegara setia kepada idiologi pancasila, rela berbangsa dan bernegara serta memiliki kemampuan dasar bela negara sedini mungkin dan dimulai dari dalam keluarga, ” Paparnya.
Selain itu ,lanjut Cak Dedi, DPRD Jatim akan mengusulkan dan menekan Melalui Dinas Pendidikan yang ada di Jawa Timur mulai tingkat Sekolah Dasar ( SD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas ( SLTA) agar pendidikan Pancasila atau tentang kewarganegaraan harus di hidupkan kembali karena ini merupakan salah satu pilar bahwa kecintaan rakyatnya terhadap negara harus dibangkitkan kembali.
” Supaya masyarakat kita memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, maka sejak dini perlu ditanamkan wawasan kebangsaan dan bela negara dalam bingkai Negara Kasatuan Republik Indonesia, ” tegasnya. ( rofik)











