NGAWI — Masa pandemi belum usai sampai hari ini, banyak kegiatan OPD terpangkas dan sebagian dihentikan. Dengan alasan memprioritaskan jaminan ekonomi warga akibat terhambatnya laju ekonomi, dengan penyekatan kinerja tertentu untuk menormalisasi keterpurukan lingkungan kesehatan warga negara. Imbas terhambatnya perekonomian ada kebijakan yang harus dipatuhi untuk memutuskan rantai penyebaran wabah penyakit nasional internasional.
Peranan Dinsos ( Dinas Sosial), sangat berperan atau cukup sibuk dalam pengumpulan data serta update data seperti yang dilakukan Dinsos Ngawi, disamping rutinitas kegiatan kerja di hari biasa. Dalam pendampingan rehabilitasi sosial anak ditangani khusus oleh srikandi Dinsos bunda Bulkis Hani Restu Luhur, S.K.M, M. MKes.
Kabid Rehabilitasi Sosial sampaikan seputar kinerja bidang, mewakili kepala Dinsos Drs. Tri Pujo Handono,” pelayanan terhadap masyarakat terkait rehabilitasi sosial di anak tetap berjalan namun ada sedikit fasilitas sementara ditutup karena kondisi pandemi yang terkena didalamnya. Namun begitu Dinsos tetap terus melayani secara maksimal. Terkait PMKS sejumlah 20 diampu 3 seksi diantaranya seksi anak dan lanjut usia, seksi disabilitas dan seksi tuna sosial.
Untuk anak dan lanjut usia dilakukan kegiatan bimbingan sosial dan keterampilan dilaksanakan di Kabupaten Ngawi dan di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Remaja Bojonegoro, Jombang dan Surabaya. Anak –anak yang dengan kriteria ekonomi membutuhkan banyak bantuan, dikirim ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Remaja yang telah disediakan berbagai pelatihan keterampilan sesuai dengan usia, bakat dan minat merekaAdapun keterampilannya meliputi servis elektronik, sepeda motor, menjahit, handycraft, tata rias pengantin, tata boga dll. Pelatihan selama 6 bulan dan setelah selesai mereka dibekali alat-alat agar bisa mandiri bekerja.
Sedangkan program kegiatan bidang adopsi anak bertujuan agar anak mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dari mulai penanganan anak nakal dan anak jalanan (anak punk), anak-anak yang terkena razia Satpol PP, dibawa ke dinsos dan dilakukan pendampingan diantar pulang sampai ke orang tuanya masing-masing. Akan tetapi banyak yang dari luar Kabupaten Ngawi yang terjadi dari razia anak punk selama ini. Kemarin dari Ngawi hanya 2 anak.
Pendampingan Dinsos dengan Anak berhadapan dengan hukum (ABH), dinsos melakukan pendampingan yang bekerja sama dengan PPA Polres Ngawi, DP3AKB Ngawi dan Psikolog Ngawi sampai menunggu keputusan sidang.
Pendampingan untuk lansia ada bantuan PKH lansia dari Kementerian Sosial.
Mendasar pada Undang-Undang dalam Bab II pasal 4 Rehabilitasi sosial, Dinsos laksanakan pendampingan disabilitas yang meliputi disabilitas daksa (kekurangan fisik), Mental (ODGJ), Grahita, dan sensorik (autis) dengan penanganan Binsostram (bimbingan sosial ketrampilan).
Kenapa disabilitas perly perhatian dari Dinsos karena mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif.
Pendampingan yang terbaru penjemputan warga Ngawi ODGJ terlantar di Batam, history nya, warga ODGJ seorang perempuan berdomisili asal Desa Gemarang kecamatan Kedunggalar, tidak diketahui cara bagaimana, sosok perempuan sampai di pulau Batam, disana tanpa sanak saudara dan menumpang salah seorang warga, jasa dari komunitas warga Ngawi di Batam, sosok perempuan ODGJ dibelikan tiket pesawat dan meminta Dinsos menjemput. Dinsospun laksanakan penjemputan dan mengantar sampaii keluarganya, keterangan kabid Bulkis, waktu sampai Krian hampir lepas dan hilang, karena berhenti sesaat tim berbuka puasa, syukurnya tim bisa selesaikan tugas dengan baik, begitulah kendala dari bidang kami,” pungkas Kabid rehabilitasi sosial Bulkis.











