SURABAYA – Anggota DPRD Jatim Fraksi Gerindra Abdul Halim pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait kelangkaan air bersih di dapilnya Madura. Menurutnya saat melakukan reses banyak sekali masyarakat yang mengeluh sulit mendapatkan air bersih.
“Sebenarnya ini menjadi masalah yang selalu dihadapi masyarakat Madura ketika musim kemarau. Kami akan menyampaikan hal ini kepada Pemerintah untuk menangani masalah ini,” ujarnya, Senin (16/11).
Kekeringan, lanjut Halim disebabkan sumber mata air atau sumur yang selama ini menjadi andalan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih kering. Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak tahun-tahun sebelumnya. “Kami akan meminta bantuan pemerintah dengan menggunakan geolistrik. Nantinya dengan metode tersebut bisa menemukan titik air baru dilakukan pengeboran,” katanya.
Selain itu menurutnya, masyarakat juga mengeluhkan infrastruktur jalan desa yang rusak. Menurut Halim pemerintah provinsi hanya menangani perbaikan jalan provinsi. “Namun untuk hal terkait desa, baik masyarakat maupun pemerintah desa bisa mengajukan usulan ke pemerintah kabupaten/kota atau provinsi melalui program bantuan yang bisa digunakan untuk perbaikan jalan desa,” tuturnya.
Sementara irtu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi kekeringan yang menjadi bencana rutin tahunan. Yakni dengan menggandeng Laboratorium Fisika Bumi Instititut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melakukan penelitian dengan teknologi geolistrik, mencari titik sumber air tanah. Sejak awal Oktober lalu, Tim BPBD dan ITS ini telah turun ke lokasi untuk melakukan survei di 100 titik pengukuran yang tersebar di 10 daerah yang meliputi, Kabupaten Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Gresik, Ngawi, Pacitan, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.
“Upaya pencarian titik sumber air tanah ini dilakukan sebagai bahan rujukan bagi pemerintah, baik provinsi, kabupaten maupun desa yang mencari sumber air untuk mengatasi kekeringan di daerah Langkah ini, menjadi upaya kesiapsiagaan terhadap bencana kekeringan yang selalu terjadi setiap tahun di daerah rawan kekeringan. Tidak cukup hanya memberikan bantuan air bersih,” ujar Plt Kalaksa BPBD Jatim, Yanuar Rachmadi.











