SURABAYA l bidik.news – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur H.Zainal Abidin menegaskan menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan ini banyak daerah yang mengalami kekeringan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Disebutkan Politisi Demokrat asal Dapil Madura bahwa seperti di 4 kabupaten daerah Madura saat ini mengalami kekeringan.
Banyak masyarakat sana kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
” Ketersedian air bersih untuk minum sangat dibutuhkan warga Madura . BPBD Jatim harus siap menyediakan kebutuhan masyarakat Jawa Timur , ” tegas H.Zainal Abidin pada Rabu ( 4/10/2023).
Legislator Fraksi Demokrat DPRD Jatim ini menegaskan soal kekeringan ini akan berpengaruh pada kesehatan masyarakat juga . Bukan hanya masalah bencana kondisi alam saja akan tetapi terkait kesehatan masyarakat akibat kondisi alam ini Pemerintah harus memberikan perhatian yang serius juga.
Apalagi saat ini kelangkaan harga pangan sudah menjadi isu nasional.
” Jadi Pemerintah harus benar- benar memperhatikan serius kebutuhan masyarakat. Kesehatan dan kebutuhan masyarakat harus di prioritaskan oleh pemerintah , ” tegas Zainal.
Untuk diketahui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyatakan 4 kabupaten di Madura telah mengalami kategori kering kritis . Penanganan kekeringan akan dilakukan pada daerah kering kritis dengan kriteria tidak ada sumber air, tidak memiliki sarana dan prasarana (sarpras) dan sumber air lebih dari 3 kilometer.
Hingga saat ini BPBD Jawa Timur telah memverifikasi daerah kekeringan yang jumlahnya mencapai 422 Desa, sebab kemarau panjang diprediksi berakhir hingga Oktober mendatang.
Sejumlah daerah di beberapa Kecamatan seperti di Kabupaten Sumenep memang tergolong daerah kering. Bahkan diantaranya ada kategori kering kritis dan langka, seperti Kecamatan Batuputih, Kecamatan Pasongsongan, dan Kecamatan Rubaru. ( Rofik )











