SURABAYA – Dua kurir narkoba jaringan internasional yakni DS dan TG ditembak mati Satreskoba Polrestabes Surabaya, merupakan jaringan sokobanah Sampang, Madura.
Dari catatan kepolisian dua kurir ini adalah pemain lama dalam bisnis narkoba hal itu terungkap pada 18 November lalu dengan barang bukti 7 kilogram sabu-sabu.
Salah satu pelaku yang ditembak mati juga merupakan residivis kasus sama dan pernah tergabung dalam pengedar jaringan Aceh.
“Dua kurir yang terpaksa ditembak petugas karena saat ditangkap, melawan petugas tersebut adalah pengembangan jaringan dari sokobanah, Sampang Madura,” Ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho di Kamar Mayar dr.Soetomo, (2/12).
Sandi menjelaskan, polisi memperoleh informasi jika ada pengiriman 10 kilogram sabu dari Malaysia menuju Surabaya.
Pengiriman 10 kilogram sabu-sabu itu, dibagi dalam 5 kelompok. Masing-masing kelompok membawa 2 kilogram sabu-sabu. Salah satu kelompok yang ditugaskan itu adalah dua kurir yang ditembak mati. Yakni DS warga Malang dan TG warga Sidoarjo.
“Informasi tersebut menyebutkan bahwa dua kurir sudah ada di wilayah Sukomanunggal, Surabaya. Dengan menangkap pelakunya, kami bisa mengungkap 8 kilogram lainnya,” Sebut Sandi.
Mengetahui keberadaan para pelaku di Sukomanunggal, lanjutnya, tim Satreskoba yang dipimpin Kompol Memo Ardian pun langsung bergerak. Tim lalu melakukan under cover buy untuk menjebak dan menangkap kedua pelaku tersebut.
Namun, rencana itu sudah diketahui pelaku. Sehingga, keduanya nekat melakukan perlawanan. Karena kondisinya membahayakan, polisi menembak kedua pelaku. Keduanya meninggal diperjalanan saat dibawa ke rumah sakit.

“Polrestabes Surabaya tidak akan sungkan melakukan tindakan tegas terukur bagi para bandar dan jaringan narkoba yang ada di Surabaya, dan berani masuk ke Surabaya. Karena bahaya narkoba sangat luar biasa merusak, mental, fisik, sosial, ekonomi, dan generasi kita,” tegasnya.
Barang bukti yang diamankan petugas yakni sabu-sabu sebanyak 2 kilogram yang dibungkus dalam kemasan teh China, kemudian dua senjata tajam yaitu pisau penghabisan yang digunakan pelaku untuk melawan petugas, dan beberapa handphone milik pelaku. (Rizky)











