BIDIK NEWS | SURABAYA – Ratusan Pedagang Kali Lima (PKL) menyandera satu truk milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan memblokade Jalan Raya Kapasari Surabaya, Senin (12/11).
Ketua pedagang kaki lima (PKL Gembong) Mulyono Muhammad Samsul Arifin mengatakan, sikap Sat Pol PP Kota Surabaya sangat arogansi, Penertiban yang dilakukan bertindak seperti preman. Langsung main ambil barang dagangan, tanpa ada pemberitauan sebelumnya.
“Jelas ratusan pedagang marah spontan melakukan perlawanan menyandra mobil dinas milik Sat Pol PP dan memblokade jalan raya,” Ungkap Samsul.
Penyandraan mobil truck milik Sat Pol PP Kota Surabaya dan memblokade Jalan Kapasari mulai pukul 17.30 hingga 18.57 terus dilakukan oleh pedagang.
Sementara itu, Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya, AKBP Deny Pramono menjelaskan, situasi saat ini sudah bisa di kendalikan. Kami mencoba koordinasi dengan pedagang dan Sat Pol PP Kota Surabaya dan lapisan masyarakat Warga sekitar.
“Alhamdulillah, situasi saat ini sudah berjalan dengan baik serta kondusif Jalan raya Kapasari bisa berjalan dengan lancar,” Ujar Deny.
Arus lalu lintas kembali normal sekitar pukul 20.30 wib, setelah petugas dari DKA membersihkan sampah-sampah yang berada di jalan raya.
Lanjut Deny, sebenarnya ini masalah salah paham saja, Tadi ada penertiban dari Sat Pol PP Kota Surabaya, kemudian terjadi kesalah pahaman dan berujung ricuh namun tidak ada korban jiwa
“beruntung tidak ada korban jiwa, saat aksi kericuhan terjadi ketika melakukan penertiban pkl,” Imbuhnya. (Riz)











