BIDIK NEWS | SURABAYA – Menjelang Lebaran 2018, Perum Bulog DIvre Jatim telah melakukan Realisasi Penyaluran Bansos Tahun 2018 sebesar 94% dari total alokasi 137.750 ton.
Hal ini dilontarkan Kadivre Perum Bulog Jatim, Muhammad Hasyim saat berbuka puasa bersama media di Wisma Dewi Sri Perum Bulog, Rabu (6/6). Dikatakannya, berkaca dari tahun sebelumnya, penyaluran realisasi bansos rastra biasanya mencapai 500 ribu ton lebih.
“Namun untuk tahun ini realisasi bansos rastra di bawah 200 ribu ton. Dikarenakan, kalau suatu daerah itu sudah disalurkan bulan ini, bulan depan tidak ada pelayanan karena bergantian dengan daerah lainnya,” ujarnya.
Hasyim juga menyebut, penyaluran bansos rastra tahun ini dinilai tergolong relatif lancar.
Karena pihaknya telah melakukan beberapa upaya, di antaranya melakukan koordinasi dengan tikor bansos rastra Pemprov Jatim dan kabupaten.
“Karena kalau tidak dilakukan percepatan penyaluran bansos rastra, dikhawatirkan kualitas beras yang ada di pegudangan Bulog bakal menurun,” ungkapnya.
Ditambahkan Hasyim, pengadaan gabah yang ada di Bulog tahun ini ditargetkan sebesar 697 ribu ton. Hingga kini, kurang lebih sudah terealisasi sebesar 34 persen atau 242.755 ton. “Jumlah realisasi pengadaan gabah itu ada yang kami beli langsung melalui petani maupun dari para mitra Bulog,” ucapnya.
Sejak awal Ramadhan lalu, hingga Lebaran nanti, Perum Bulog Divre Jatim memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok (beras, gula, minyak goreng dan terigu) di masyarakat. Sehingga harga tetap terjaga stabil dan masyarakat Jatim bisa menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran dengan tenang.
“Kami mengajak dan menghimbau masyarakat di Jatim agar realistis dalam membelanjakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, khususnya Ramadhan dan Lebaran. Karena semua stok tersedia dalam jumlah cukup dan terkendali,” pesan Hasyim.
Menjelang Lebaran 2018, Perum Bulog juga berkontribusi dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok melalui GSHP (Gerakan Stabilisasi Harga Pangan). Dalam GSHP ini Perum Bulig berkoordinasi secara aktif kepada BUMN di wilayah Jatim dalam mengoptimalkan pelaksanaan OPCBP dengan pola sinergi dengan kegiatan GSHP.
Sejauh ini titik GSHP di Jatim terdiri atas 20 titik di Kantor Subdivre dan Gudang-gudang Perum Bulog, 250 titik Rumah Pangan Kita (RPK), Kegiatan 5 sinergi BUMN, dan 23 Lokasi lainnya berikut event-event dan kegiatan khusus. (hari)











