BIDIK NEWS | BANYUWANGI – DRPD Banyuwangi menggelar rapat tertutup dengan manajemen PT. Bumi Suksesindo (BSI), perusahaan tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran.
Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara itu membuat sejumlah media kecewa, karena tidak diijinkan melakukan peliputan saat rapat digelar.
Salah seorang aktifis kontorversial di Banyuwangi, M. Yunus Wahyudi mengamuk dan memprotes keras apa yang telah dilakukan oleh DPRD.
“Saya kecewa pertemuan DPRD ini berlangsung tertutup, ini rumah rakyat. Bagaimana masyarakat tahu kalau wakil rakyatnya seperti ini. Apa yang dirahasiakan, wakil rakyat harus tegas dan terbuka,” ujar Yunus dengan nada lantang.
Rapat yang juga dihadiri sejumlah anggota DPRD dan manajemen PT. BSI itu, digelar diruang rapat khusus DPRD Banyuwangi, Rabu (16/05).
“Kita koordinasi, setelah produksi kita kan belum pernah ketemu dengan PT. BSI, dan ini menjawab pertanyaan masyarakat, selama ini BSI seperti apa? Diantaranya, terkait saham, pekerja, Coorporate Sosciality Responsibilty (CSR), dan lain-lain,” ungkap Made.
Menurutnya, dengan rapat ini pihaknya mendapat informasi, terkait pertanyaan dari masyarakat yang tadi sudah disampaikan, diantaranya pekerja lokal harus diperhatikan, CSR harus lebih efektif, ada peningkatan-peningkatan SDM, dan lain sebagaianya.
“Terkait defiden tadi sudah kita sampaikan. Untuk saham, mengapa bisa terdelusi? Saham kita berkurang menjadi 6,4 tapi nilainya sekarang tinggi, dan harga saham dipasaran sekarang naik. Kita sekarang ini punya 229 juta lembar saham, imbuhnya.
Sementara, Senior Manager Eksternal PT. BSI, Sudarmono, mengatakan, pihaknya berupaya memenuhi permintaan pimpinan dan anggota DPRD Banyuwangi dengan memberikan penjelasan terkait golden share, deviden dan saham Pemkab yang terdilusi, serta rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BSI.
Menurut dia persentase saham pemkab yang mengalami penurunan juga dialami pemegang saham yang lain karena saham PT BSI sudah masuk dalam Initial Public Offering (IPO).
“Karena sudah masuk bursa saham publik, maka setiap perkembangan PT BSI dapat dipantau dan diakses publik melalui website perusahaan,” ujar Sudarmono.
Terkait pembagian deviden, sambung Sudarmono, salah satu faktor penentunya yaitu kinerja perusahaan. Dan selama tahun 2017 PT. BSI belum ada keuntungan.
“Kami berharap dukungan masyarakat dan Pemkab agar kami mampu beroperasi secara penuh, sehingga bisa meningkat produksinya,” paparnya
Dijelaskan dia, kinerja perusahaan akan dievaluasi setiap tahun dan dilakukan RUPS pada triwulan awal tahun berikutnya. Nantinya akan terlihat berapa biaya operasional maupun keuntungan yang diperoleh perusahaan.
“Untuk perwakilan Pemkab di perusahaan PT BSI, kita menunggu hasil diskusi DPRD dan Pemkab Banyuwangi,” pungkasnya.(nng)











