MERAUKE | bidik.news – PT Pelindo Terminal Petikemas atau SPTP memastikan layanan kepelabuhanan di Terminal Peti Kemas (TPK) Merauke tetap berjalan normal dan tidak terganggu pasca insiden kericuhan yang terjadi di wilayah Pelabuhan Merauke, Selasa (9/4) malam.
Aktivitas bongkar muat serta pelayanan terhadap pengguna jasa pelabuhan lainnya berlangsung normal tanpa hambatan berarti.
Insiden yang terjadi di area sekitar pelabuhan tidak berdampak langsung terhadap fasilitas terminal maupun operasional kepelabuhanan. Pihak manajemen bersama stakeholder utamanya aparat keamanan telah mengambil langkah cepat untuk mengamankan area dan memastikan operasional terminal tetap berjalan aman dan lancar.
“Layanan operasional terminal tetap berjalan normal seperti biasanya, semalam pelaksanaan debarkasi penumpang KM Tatamailau sejumlah 416 orang terkendali dengan baik,” ujar Terminal Head TPK Merauke Muhammad Rasul Irmadani, Kamis (10/4/2025).
Sebagai operator pelabuhan SPTP selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk pengamanan operasional, karena pelabuhan salah satu objek vital nasional yang harus steril oleh kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan sehingga para pengguna jasa merasa aman.
“Keamanan menjadi aspek yang sangat kami perhatikan agar para pengguna jasa merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas di lingkungan pelabuhan, kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk saling menjaga keamanan di Pelabuhan Merauke,” pungkas Rasul Irmadani.
Selain itu, SPTP terus berkomitmen memberi layanan terbaik bagi para pengguna jasa, serta menjaga kelancaran arus logistik nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia. Perusahaan menegaskan, keamanan pelabuhan merupakan aspek penting. Sebagai pintu gerbang distribusi logistik dan perdagangan, pelabuhan memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional.
Karena itu, setiap potensi gangguan harus dicegah sedini mungkin melalui sinergi yang kuat antara operator pelabuhan, aparat keamanan, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.











