JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengikharkan awal Rajab 1443 H jatuh pada Kamis, (3/2/2002).
“Dari 22 titik lokasi yang tersebar di delapan provinsi, tidak satupun yang berhasil melihat bulan. Rata – rata terhalang mendung dan hujan, ” kata Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Keagamaan dan Hubungan Lembaga KH Zulfa Mustofa.
Menurut Zulfa sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan pendapat imam mazhab yang empat (al-madzahib al-arba’ah). karena itu, ketika hilal terhalang mendung maka usia bulan digenapkan 30 hari.
PBNU mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk mengisi bulan Rajab dengan berbagai amal kebaikan. Sebab bulan Rajab adalah bulan istimewa, karena di dalamnya turun perintah shalat lima waktu yang diterima langsung oleh Rasulullah dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. (cak ram)











