BANGKALAN – Mendung duka masih menyelimuti para medis , setelah berduka atas meninggalnya satu keluarga medis suami istri H. Suwito Skep dan istrinya Sri Rahayu S St.
Sepekan kemudian anak keduanya Deni 35 Tahun yang berprofesi sebagai Dokter dan bertugas di Puskesmas Tambelangan Kabupaten Sampang meninggal dunia menyusul kedua orang tuanya.
Tragisnya lagi empat hari kemudian dokter Anang Eka Kurniawan 40 Tahun bertugas di Puskesmas Socah Bangkalan yang tidak lain adalah kakak dokter Deni, menyusul juga menghadap Ilahi.
Sesuai informasi yang dirangkung Bidik kedua orangtua dan adik dokter Anang diketahui terinfeksi Covid-19 hingga akhirnya meninggal dunia.
Namun, belum diketahui pasti, apa penyebab meninggalnya dokter Anang yang bertugas di Puskesmas Socah ini.
Kepala Puskesmas Socah, dr Anita Oktavian mengatakan, ia baru mendapat kabar duka dari istri almarhum pada pukul 9.30 WIB, Jumat (19/6/2020) pagi. “
Kami belum mendapat informasi pasti, namun dari hasil rapid tanggal 12 kemarin hasilnya negatif,” ucapnya.
Diketahui, dr Anang merupakan anak pertama dari pasangan Suwito salah satu perawat di Sampang dan Sri Rahayu seorang bidan di Sampang yang terlebih dahulu meninggal karena terinfeksi Covid-19.
Setelah kedua orangtua meninggal, sang adik dr Deny turut menyusul. Pasca kepergian 3 anggota keluarganya, dr Anang tidak masuk kantor dan dalam kondisi berkabung.
Dokter berusia 40 tahun ini diduga sangat terpukul dengan kepergian tiga anggota keluarganya tersebut. “Iya, beliau tanggal 5 terakhir melakukan pelayanan. Setelah itu tidak masuk sebab dalam kondisi berkabung. Orangtuanya dan adiknya meninggal dunia,” tambahnya.
Diketahui, dokter Anang sudah mengabdikan dirinya sebagai tenaga medis di Puskesmas Socah selama 10 tahun.
Ia diketahui memiliki 3 orang anak dan berdomisili di Surabaya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengatakan dr Anang meninggal dunia di Surabaya.
Namun, ia juga belum mendapat informasi pasti penyebab kematian dokter tersebut. “Kami belum mendapat informasi pasti, sebab hasil belum dikirim ke kami.
Almarhum meninggal di Surabaya, untuk informasi lebih lanjut kami belum tau ” singkatnya.
Sementara itu, menurut salah satu rekan dr Anang yang namnya enggan di sebutkan mengatakan, penyebab kematian diduga tidak disebabkan oleh Covid-19.
Menurut informasi yang ia terima, dr Anang mengalami sok berat setelah ditinggal oleh 3 anggota keluarganya. “Saya dapat info, beliau terpukul sekali dan tidak makan selama 3 hari pungkasnya.(Clis)











