GRESIK I bidik.news — PT Graha Keluarga Sejahtera terus mempercepat pembangunan Perumahan Manyar Riverside di Kabupaten Gresik. Hingga saat ini, sebanyak 271 unit rumah telah diserahterimakan kepada konsumen.
Developer menargetkan pembangunan Tahap 1 Manyar Riverside dapat rampung dalam waktu satu tahun. Percepatan pembangunan tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan kualitas bangunan dan pelayanan kepada konsumen.
Direktur Keluarga Sejahtera Grup, Wahyu Ali Azhar, mengatakan capaian serah terima 271 unit menjadi indikator progres pembangunan sekaligus bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan kepastian kepada konsumen.
“Sampai saat ini sudah 271 unit yang kami serahterimakan kepada konsumen. Ini merupakan progres yang terus kami dorong dan menjadi bagian dari komitmen kami untuk menyelesaikan pembangunan Tahap 1 sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Wahyu.
Menurut dia, target penyelesaian pembangunan tidak hanya berkaitan dengan kecepatan pengerjaan. Perusahaan juga memastikan kualitas setiap unit yang diserahkan kepada konsumen tetap sesuai standar.
“Kami tentu ingin pembangunan selesai sesuai target. Namun, kecepatan harus berjalan beriringan dengan kualitas. Kami tidak ingin sekadar mengejar penyelesaian pembangunan, tetapi memastikan rumah yang diterima konsumen memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang kami tetapkan,” jelasnya.
Wahyu menegaskan, pembangunan perumahan bagi Keluarga Sejahtera Grup bukan sekadar menghasilkan produk properti. Lebih dari itu, pengembang ingin membangun kepercayaan jangka panjang dengan konsumen.
“Bagi kami, membangun perumahan bukan hanya membangun bangunan. Kami juga membangun kepercayaan. Konsumen membeli rumah dengan harapan mendapatkan tempat tinggal yang layak, nyaman dan berkualitas bagi keluarganya. Itu yang menjadi tanggung jawab kami sebagai pengembang,” katanya.
Serah Terima Dilakukan Bertahap
Seiring proses pembangunan, serah terima unit kepada konsumen dilakukan secara bertahap. Unit yang telah memasuki tahap penyelesaian terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan sebelum diserahterimakan.
Wahyu mengatakan mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan pengendalian kualitas.
“Setiap tahapan memiliki prosesnya masing-masing. Kami ingin progres pembangunan berjalan cepat, tetapi tetap prudent. Ada proses pembangunan, pemeriksaan, penyelesaian apabila terdapat catatan, kemudian serah terima kepada konsumen. Semua harus berjalan dengan baik,” ujarnya.
Melihat Potensi Pertumbuhan Gresik
Wahyu menilai perkembangan Gresik sebagai salah satu kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur turut membuka peluang bagi sektor properti.
Pertumbuhan aktivitas industri dan ekonomi, menurut dia, menciptakan kebutuhan hunian yang semakin beragam, baik bagi masyarakat lokal maupun pekerja yang beraktivitas di kawasan industri Gresik dan sekitarnya.
“Gresik berkembang sangat dinamis. Pertumbuhan industri dan ekonomi tentu menciptakan kebutuhan terhadap hunian. Kami ingin mengambil bagian dalam pertumbuhan tersebut dengan menghadirkan rumah yang berkualitas dan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat Gresik,” tuturnya.
Ia menambahkan, pengembangan Manyar Riverside diharapkan menjadi bagian dari kontribusi Keluarga Sejahtera Grup terhadap pertumbuhan kawasan Gresik. Penyediaan hunian berkualitas dinilai dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal.
“Komitmen kami adalah menghadirkan rumah-rumah yang berkualitas di Gresik. Kami ingin setiap konsumen yang menerima unit bukan hanya mendapatkan sebuah bangunan, tetapi mendapatkan rumah yang bisa menjadi tempat tumbuh dan membangun kehidupan bersama keluarganya,” tegas Wahyu.
Dengan 271 unit yang telah diserahterimakan, perusahaan optimistis pembangunan Manyar Riverside dapat terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Penyelesaian pembangunan Tahap 1 dalam waktu satu tahun menjadi salah satu fokus perusahaan ke depan.
Wahyu menegaskan, capaian serah terima tersebut bukan merupakan titik akhir, melainkan bagian dari upaya perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada konsumen.
“271 unit yang sudah diserahterimakan bukanlah titik akhir. Ini bagian dari perjalanan kami untuk menyelesaikan pembangunan Tahap 1 dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Kami akan terus menjaga komitmen tersebut,” pungkas Wahyu.











