BANYUWANGI | BIDIK.NEWS – Dinas PU Pengairan Banyuwangi terus melakukan giat normalisasi di sepanjang aliran sungai Kali Lo.
Per Kamis (30/3/2023) lalu, giat normalisasi sungai Kali Lo telah berhasil mengangkat 18.000 meter kubik sedimen.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo saat mendampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau giat normalisasi sungai Kali Lo beberapa waktu lalu.
Menurut Guntur, normalisasi sungai ini untuk memperbaiki dan mengembalikan fungsi sungai, sehingga bisa menampung air yang lebih besar. Meningkatnya kapasitas tampungan sungai, diharapkan perkampungan di perkotaan yang biasanya kena imbas luapan air, bisa bebas banjir.
Dia menjelaskan, normalisasi Kali Lo dibagi dalam tiga segmen. Dua segmen diantaranya telah selesai dikerjakan. Dengan digali hingga 2 meter, kapasitas debit air yang tertampung bisa mencapai 600 m3/detik.
Selain normalisasi, juga dipasang pintu klep di saluran-saluran air di sepanjang sungai yang terhubung dengan kawasan pemukiman.
“Ini perlu kita pasang agar kalau air meningkat volumenya tidak masuk ke saluran yang mengarah ke pemukiman warga. Masalah ini seringkali menjadi penyebab cepat masuknya air ke rumah-rumah warga saat air sungai mulai tinggi,” jelas Guntur.
Dalam proses normalisasi, lanjut Guntur, Dinas PU Pengairan juga melakukan langkah-langkah lainnya. Seperti, menjebol check dam untuk melancarkan jalannya air.
“Kami juga akan pasang pompa air di pemukiman warga yang kerap terimbas banjir. Kami pasang permanen, jadi penangannnya bisa lebih cepat,” tegasnya.
“Juga dilakukan pembuatan bronjong untuk mencegah erosi dan longsor dipinggir-pinggir sungai dan tanggul juga terus dilakukan pemkab. Ada 16 titik yang kami pasangi bronjong. Sebagian besar sudah selesai, termasuk yang di Sobo. Pengantigan yang kemarin ada longsor, bronjongnya juga hampir selesai. Peninggian tanggul di kawasan perkampungan juga sudah kita lakukan,” tambah Guntur menerangkan.
Guntur juga menyebut, giat di kawasan hulu, juga terus dimasifkan, seperti penanaman tanaman keras yang lebih banyak menyerap air.(nng)











