SURABAYA | bidik.news – 10 dalang muda terbaik bakal tampil di ajang “Festival Dalang Muda Jawa Timur 2023” mulai 8 – 9 November di Taman Budaya Jl. Getengkali, Surabaya. Tema yang diusung pada Pekan Wayang 2023 adalah “Wayang, Renungan Kepemimpinan dan Kebijaksanaan”
Gelaran tersebut di prakarsai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim melalui UPT Taman Budaya yang bekerjasama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jatim.
Ke-10 dalang muda terbaik adalah:
Pringgo Jati Rachmanu (Kab. Sidoarjo),
Lutfi Zibahnul Aziz (Kota Batu),
Legowo (Kab. Ngawi), Ragil Yonathan Senopatining Gusti (Kab. Gresik),
Kelana Ilham Firmansyah (Kab. Pasuruan), Waskitho Hadi Laksono (Kab. Lumajang), Ulung Dwi Santoso (Kab. Tulungagung), Lambang Kurnia Pratama (Kab. Jember), Paksi Chandra Wibatsu (Kab. Blitar) dan Novian Wahyu Sasangka (Kab. Tuban).
Ketua Pepadi Jatim, Sinarto, S.Kar.,MM menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memfasilitasi proses kreatif seniman dalang Jawa Timur untuk produk karya.
Serta untuk mengeksplorasi kembali nilai-nilai seni pedalangan yang terkandung di dalam cerita-cerita wayang.
“Kegiatan ini juga dilatarbelakangi penetapan wayang sebagai warisan budaya tak benda, karya agung budaya dunia oleh UNESCO yang menjadi tonggak semangat menyemarakkan Hari Wayang Nasional. Dan juga sebagai tindak lanjut program tahunan Pepadi dan Pemprov Jatim,” kata Sinarto, Selasa (31/10/2023).
Sinarto menyebutkan, Festival Dalang Muda Jatim ini terbagi 2 tahapan seleksi secara terbuka, yakni tahapan seleksi 1 dan tahapan seleksi 2. Peserta yang telah mendaftar pada tahap 1 sebanyak 22 dalang dari Kab/Kota se-Jatim.
“Dan dari sejumlah peserta yang terdaftar pada tahap 1 dipilih 10 dalang terbaik yang akan ditampilkan pada seleksi tahap 2 secara live di Taman Budaya,” katanya.
Pada tahap seleksi 1 di mulai pada 11 September – 11 Oktober 2023 dengan mengirimkan video pada link panitia. 11 – 12 Oktober 2023 seleksi pengamat di umumkan pada 16 Oktober 2023.
Kriteria penilaian pada tahap 1 antara lain kualitas vocal dalang, kualitas sabet dan kualitas penguasaan iringan pakeliran. Video pakeliran yang disajikan bisa cuplikan (kompilasi video dokumentasi lama yang mencakup kualitas dalang dengan durasi minimal 30 menit dan maksimal 45 menit.
Gaya pakeliran yang disajikan sesuai dengan corak/gaya Surakarta atau Jawa Timuran. Dan sumber cerita dari kisah Mahabarata dan Ramayana.
Seleksi tahap II dilaksanakan pada 8 – 9 November dengan menampilkan 10 dalang muda beserta tim yang terpilih pada seleksi tahap I yang akan tampil secara live di Taman Budaya dengan durasi sajian pakeliran minimal 50 menit dan maksimal 55 menit.
Kriteria penilaian pada tahap II meliputi:
1. Keserasian dan kerapian berbusana, kelancaran dalam persiapan dan sajian, kedisiplinan waktu.
2. Kualitas garap lakon meliputi penokohan, pengadeganan, pengembangan alur dramatik dan aktualisasi nilai-nilai.
3. Kualitas garap bahasa dan sastra pedalangan meliputi kekayaan ragam bahasa, ketepatan penggunaan bahasa dan kemantapan pengungkapan.
4. Kualitas garap sabet meliputi komposisi tanceb, ketrampilan gerak, pemilihan wayang/wanda, kekayaan ragam gerak dan kemantapan gerak.
5. Kualitas garap iringan meliputi kemantapan keseluruhan garapan, ketepatan suasana/sabet/catur/sulukan/keprakan.











