GORONTALO | BIDIK NEWS – Melalui program Sisternet, XL Axiata berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) menggelar pelatihan pemanfaatan teknologi digital untuk kalangan perempuan di Kab. Boalemo, Gorontalo dan Kab. Manggarai Barat, NTT. Pelatihan untuk kaum perempuan pengelola atau pemilik UKM ini mengajarkan peserta tentang bagaimana memanfaatkan secara maksimal teknologi dan sarana digital untuk memacu produktifitas usaha atau bisnis mereka. Pelatihan digelar berturut-turut di Kab. Boalemo (12/9), setelah sebelumnya di Manggarai Barat (10/9).
Group Head XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim mengatakan, di era serba digital saat ini, ternyata masih ada daerah yang termasuk tertinggal, di mana sebagian besar warganya juga mengalami tantangan hidup yang lebih berat. Salah satu penyebab mengapa mereka tertinggal adalah karena minimnya infrastruktur yang memungkinkan mereka bisa lebih mobile dan mengakses informasi yang bisa memacu produktivitas. Dalam hal inilah Sisternet berpartner dengan Kemendesa masuk ke sejumlah daerah tertinggal membantu kaum perempuan setempat memanfaatkan infrastruktur jaringan data dan sarana digital.
“Saya berharap, pelatihan ini akan memotivasi peserta dan masyarakat yang lebih luas. Para peserta pelatihan akan didorong untuk menularkan keahlian yang mereka dapat kepada warga di lingkungan masing-masing. Sisternet dan Kemendesa menyadari tantangan yang tidak mudah mengedukasi para peserta mengingat pemahaman peserta atas teknologi digital dan pemanfaatannya juga masih minim,” katanya, Sabtu (14/9/2019).
Para peserta di pelatihan di Manggarai Barat adalah pemilik atau pengelola UKM yang bergerak di bidang pembuatan makanan ringan, perikanan, dan kerajinan tangan. Dan peserta pelatihan di Boalemo adalah pengrajin kopiah Karanji khas Gorontalo, perajin kain sulaman Karawo, serta pengasapan ikan Rowa dan ikan Fufu. Semua komunitas UKM yang mengikuti pelatihan ini binaan pemerintahan daerah masing-masing.
Hingga saat ini sudah lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah yang sudah mengikuti program literasi digital. Sebelumnya, kelas yang sama juga telah digelar di Pandeglang, Banten, dan Lombok Timur, NTB. Sekitar 60% dari peserta pelatihan di 2 pelatihan sebelumnya telah mengaplikasikan pengetahuan yang mereka terima dari pelatihan untuk mendukung bisnis kecil yang mereka kelola. Sebagian dari mereka mulai merasakan manfaatnya, terutama dalam berpromosi dan pemasaran.
Arisan Ilmu di Makassar
Sementara itu di Hotel Pessona Makassar, XL Axiata juga menggelar Arisan Ilmu bertema “Optimisasi Media Sosial Dengan Konten Positif dan Kreatif”. Dengan pembicara pendiri Kumpulan Emak Blogger, Mira Sahid, dan blogger Nurcahya Dewi. Materi yang diberikan bagaimana cara agar perempuan terhindar dari konten hoax, seperti mengetahui ciri2 berita hoax, dan bagaimana meningkatkan engagement dengan konten yg kreatif. Makassar kota terakhir dari rangkaian Arisan Ilmu ini, sebelumnya sudah dilakukan di 5 kota yaitu, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Lampung, dan Bandung. (hari)











