BIDIK NEWS | SURABAYA – Warsito atau biasa dipanggil Cak War adalah politisi kawakan tahan banting. Karena selain gigih dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, dia juga dikenal sebagai pria pantang menyerah demi sebuah pengabdian.
Pasang surut dalam dunia politik telah dirasakan oleh pria kelahiran Sukoharjo, 24 Juni 1969 ini.
“Bagi saya, politik adalah pengabdian. Melalui politik, saya bisa merealisasikan program-program untuk kemaslahatan masyarakat. Meski demikian, dalam politik bukan tanpa ada rintangan,” ujarnya belum lama ini.
Diceritakan Cak War, dirinya pernah maju sebagai calon wali kota Mojokerto berpasangan dengan Moeljadi sebagai calon wakil wali kota Mojokerto. Keduanya diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Namun, perjuangan kami pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Mojokerto pada 27 Juni 2018 lalu itu ternyata gagal,” katanya.
Pasangan Warsito-Moeljadi hanya mendapatkan 9.012 suara, kalah dari pasangan Ika Puspitasari – Achmad Rizal yang mendapat 23.644 suara, disusul pasangan Akmal Boedianto dan Rambo Garudo dengan 19.853 suara, lalu pasangan Andy Soebjakto – Ade Ria Suryani meraup 19.477 suara.
Gagal di Pilkada Kota Mojokerto, bukanlah akhir dari karir politiknya. Pria yang pernah menjadi Sekretaris Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPD Jawa Timur ini bergabung di PAN. Dan di pemilihan legislatif (pileg), dia tercatat sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Provinsi Jawa Timur dari PAN melalui daerah pemilihan (dapil) 6, yang meliputi Malang Raya (Kab. Malang, Kota Malang, Kota Batu).
“Lewat jalur legislatif ini, saya optimis bisa merebut 1 kursi dari 11 kursi yang ada,” tegasnya.
Tentunya, perjuangan untuk merebut 1 kursi itu bukan perkara mudah, mengingat banyak caleg lainnya juga punya target yang sama. Tapi, Cak War punya keyakinan, melalui jaringan yang dimilikinya, dia bisa dapat satu jatah kursi ke Indrapura (julukan gedung DPRD Jatim).
Apalagi, Cak War juga masih punya jaringan luas dengan petani-petani, khususnya di Malang Raya melalui organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Karena ia masih menjabat sebagai Sekretaris HKTI Jatim. Aspirasi petani itulah, salah satu yang akan disuarakan jika kelak diberi amanah untuk jadi anggota DPRD Jatim. (hari)









