JEMBER – Matinya seekor sapi betina milik Marwa atau Nyi Saprawi warga Kedung Sumur Desa Jambearum Kecamatan Puger Kabupaten Jember pada Kamis sore 23/04/2020 membuat pemilik dan warga sekitar heboh.
Bagaimana tidak Sapi yang kelihatan sehat dan kondisi normal ini tiba-tiba ambruk dan langsung mati,kondisi ini yang membuat pemilik dan lingkungan bertanya-tanya sebab dari matinya sapi tersebut.
“Sapi ini dari pagi kondisinya normal tidak terlihat gejala sakit kok tiba-tiba dalam waktu singkat ambruk dan dalam hitungan menit sudah meninggal,” jelas Marwa.
Matinya sapi warga secara mendadak ini banyak mendapat perhatian warga sekitar dan langsung datang ke lokasi.
Tampa menunggu lama warga sekitar gotong royong untuk mengubur bangkai sapi tersebut, dikarnakan ukuran sapi yang cukup besar proses penguburan sempat kewalahan, namun dengan gotong royong akhirnya proses penguburan tersebut selesai.
Atas kejadian tersebut Wartawan Bidik menghubungi Nana Kusmairi untuk mendapatkan penjelasan terkait meninggalnya hewan ternak warga tersebut.
“Ya kalau ada masyarakat yang berkeluh kesah terkait masalah hewan tinggal menghubungi Puskeswan terdekat, kalau untuk Desa Jambearum itu masuk Wilayah Puskeswan Balung,”
Puskeswan Balung ini meliputi tiga wilayah, antaranya Kecamatan Balung, Kecamatan Puger dan Kecamatan Wuluhan. Jadi kalau ada keluhan terkait persoalan hewan langsung saja menghubungi petugas Puskeswan terdekat dan kita tidak memungut biaya alias gratis.
Usai wawancara melalui sambungan telpon,tidak berselang lama, Wartawan Bidik diberi tahu kalau drh. Luhung sudah di rumah warga yang ternaknya mati.
Dalam kesempatan tersebut drh.Luhung menjelaskan sepintas lalu terkait penyebab matinya ternak warga tersebut. “Ya kasus matinya sapi ternak ini karna kembung,di usahakan kalau terjadi kasus serupa sapinya tetap dalam kondisi gayem/mamah untuk mengurangi kembungnya hingga petugas tiba.
Secara khusus ketika di tanya apa sih faktor utama dari kasus kematian hewan yang di akibatkan kembung perut ini? ya, kebanyakan kasus matinya hewan ternak akibat kembung ini di musim panen karna di kasih makan jerami,kemungkinan besarnya disitu.
“Kalau kembung itu bisa terjadi karna ada penyumbatan dan bisa juga terjadi karna adanya pertumbuhan bakteri terlalu tinggi di dalam saluran pencernaan. Solusinya, ketika ternak mau di kasih pakan kering harus di sanding air minum,” pungkasnya.










