BIDIK NEWS | MALANG – Langkah perventif dilakukan oleh Bawaslu Kota Malang menjelang Pemilu Raya 2019. Demi menghindari kisruh saat pelaksanaan pemungutan suara, sore tadi Jumat (29/3) bertempat di Kantor Bawaslu Kota Malang, mengundang perwakilan partai, perwakilan calon DPD dan Perwakilan TKD dari masing masing pasangan calon, untuk sosialisasi tentang agenda bimtek saksi yang akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan April.
“Karena tujuh hari sebelum pemungutan suara, Bawaslu mendapat tugas dan kewenangan saksi di TPS nanti. Karenanya kami adakan pelatihan saksi pemilu, bertujuan untuk memberi edukasi kepada para saksi agar faham tentang tugas dan wewenangnya di TPS nanti, sehingga jika ada permasalahan mereka paham apa yang harus dilakukan,” jelas Rusmi Fahrizal sebagai Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Malang itu.
Selain memberi informasi kepada para audiens yang hadir, Rusmi juga menghimbau agar pada masa tenang nanti, tidak ada lagi yang masih berkampanye, apalagi melakukan praktek money politik. Bahkan, lebih serius Rusmi membeberkan ancaman pidana serta konsekwensi pengguguran hasil pemilu bagi caleg nakal.
“Tiga hari sebelum pencoblosan itu masuk hari tenang, GAKUMDU (Penegakan Hukum Terpadu) tidak akan mentolelir pelanggaran pemilu seperti politik uang, kampanye terselubung, pemalsuan dokumen dan bentuk intimidasi. Bawaslu sebagai leading sektor bersama pihak Kepolisian dan Kejaksaan. Karena masih masuk dalam ranah Bawaslu, kami tetap akan tindak tegas,” tegasnya.
Sementara itu, Wanedi ketua Team Kemenangan Daerah dari pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin, yang juga calon legislatif DPRD Kota Malang Dapil IV Kecamatan Sukun, mendukung dan setuju dengan langkah yang dilakukan oleh Bawaslu. Menurutnya, kampanye damai dan bersih harus terealisasi.
“Ini kan bagian dari Bawaslu untuk mensukseskan Pilpres dan Pileg di Kota Malang sesuai dengan undang undang yang berlaku. Kami sudah siap dengan seluruh program Bawaslu, apalagi kami sudah fix dengan persiapan saksi saksi kami,” ungkap Wanedi saat ditemui pewarta bidik.news seusai acara sosialisasi.
Saat disinggung tentang peluangnya juga pasangan calon 01 di Kota Malang, politisi dari PDI-P itu mengaku dalam optimisme tinggi akan hasil positiv. Terlebih, setelah Jokowi hadir langsung di Kota Malang dalam gelaran kampanye tertutup di GOR Ken Arok beberapa waktu yang lalu.
“Saya optimis dalam setiap perjuangan, saya meyakini hadirnya Pak Jokowi kemarin pasti ada justice efek dan until efek pada semua timnya. Harapannya Pak Jokowi menang, Partai dan Caleg pengusung juga menang. Tetap kami optimis Malang bisa tembus lebih dari 70% untuk kemenangan paslon 01,” pungkasnya. (Doi)











