BANYUWANGI – Ada yang baru dan unik dalam rangkaian kegiatan Banyuwangi Festival tahun ini, yakni digelarnya Festival Kembar.
Tak pelak, ratusan orang kembar di Banyuwangi berkumpul dan saling unjuk kebolehan menunjukkan diri sebagai pasangan kembar yang paling identik.
Festival kembar ini digelar di halaman depan Gelanggang Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi, Jum’at (25/08).
Festival ini diikuti pasangan kembar dengan beragam usia, mulai usia 5 bulan hingga 84 tahun.
Beragam acara menarik telah disiapkan panitia, mulai dari lomba selfie, lomba kembar identik, dan lomba kembar sehat.
Keunikan acara ini tampak saat melihat pasangan kembar tertua berpose di depan kamera. Mereka adalah Umrah dan Umnah, pasangan kembar berusia 84 tahun dari Desa Kaotan, Kecamatan Blimbingsari.
Ekspresi dua nenek yang datar ini justru membikin gemes semua orang yang hadir di acara itu.
“Senyum dong mbah, jangan kaku,” goda panitia.
Sebagai pasangan kembar tertua, mereka mendapatkan hadiah berupa uang tunai dari panitia.
“Alhamdulillah, kulo seneng. Hadiahe ajenge kula damel kirim doa bapakke (Alhamdulillah, saya senang. Hadiahnya mau dipakai untuk selamatan almarhum suami saya),” kata Umrah.

Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Banyuwangi, Agus Siswanto saat membuka acara mengatakan, Festival Kembar ini sengaja digelar untuk memberi warna dalam rangkaian Banyuwangi Festival.
“Selama ini kan sudah biasa ada festival seni, budaya ataupun religi. Melalui festival ini, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas ingin memberikan warna yang unik dan menarik bagi masyarakat. Ini karena Pak Anas melihat ada ratusan orang kembar di Banyuwangi, sehingga tercetus acara ini,” tutur Agus.
Ke depan, imbuh Agus, festival ini akan menjadi potensi pariwisata baru bagi Banyuwangi. Dengan gelaran ini pasangan kembar dari berbagai nusantara pasti akan tertarik untuk datang ke Banyuwangi.(nng)







