SURABAYA | bidik.news – Ruli Suprapti (46), perempuan warga Bibis Tama, Kel. Manukan Wetan, Kec. Tandes, Surabaya, telah lama menjalani kehidupan sebagai pedagang kaki lima (PKL) dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati.
Setiap hari, ia menjajakan jajanan lumpia goreng dan minuman kunyit asam hasil buatan tangan sendiri. Berkat keuletan serta kegigihannya, ia dan suaminya, Khoirul Padmadisastra akan menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.
Perjalanan sebagai pedagang kecil tidaklah mudah. Kesulitan dan tantangan sering kali datang, namun Ruli sapaan akrabnya selalu berpegang teguh pada kesabaran sebagai kunci.
“Jajanan lumpia dan minuman kunyit asam ini memiliki cita rasa khas yang banyak disukai pelanggan, termasuk saya,” ujar Agus, salah seorang pelanggan setianya.
Untuk memperluas jangkauan pasar usahanya, Ruli dan suaminya sering memasarkan minuman kunyit asam secara manual, dari pintu ke pintu, bahkan ke beberapa kantor di kawasan Perak.
“Promosi door-to-door ini juga mempererat hubungan kami dengan para pelanggan, yang hingga hari ini tetap terjalin baik,” timpal Khoirul.
Sosok Ruli Dimata para pelanggan dan tetangganya dikenal sederhana, sabar, dan penuh tekad. Ia mulai menabung dari hasil jualannya yang dirintis sejak tahun 2008 silam. Dengan harapan bisa berangkat umroh bersama suami tercintanya.
Namun, ketika anak angkatnya memasuki usia sekolah, tabungan yang semula diperuntukkan untuk biaya umroh dialihkan untuk pendidikan sang anak.
Di tahun 2024, setelah anaknya beranjak dewasa dan mampu mandiri, Ruli akhirnya bisa kembali merencanakan perjalanan umroh yang telah lama dinantikannya.
“Alhamdulillah, berkat kesabaran dan tabungan yang kami kumpulkan selama bertahun-tahun, kami diberi kesempatan untuk berangkat umroh di akhir September 2024,” tutur Ruli dengan penuh syukur.
Dengan harapan besar dan doa yang tulus, Ruli dan suaminya meminta restu kepada orang tua, keluarga, tetangga, serta para sahabat, agar diberikan kelancaran dan keikhlasan dalam menunaikan ibadah umroh.
“Mohon doa restu, semoga perjalanan kami diberi kemudahan dan kami dapat menjalankan ibadah dengan niat ikhlas,” pungkas Khoirul.











