GRESIK – Kasubsi penyidikan Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, I Made Agus Mahendra Iswara, SH.MH merupakan salah satu alumnus terbaik ke 5 pada Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) tahun 2017 se Indonesia. Terbaik peringkat 5 dari seluruh calon jaksa di Indonesia merupakan prestasi yang luar biasa.
Pria kelahiran pulau Dewata 30 tahun silam ini meniti karir di Kejaksaan pada tahun 2015 sebagai staff di Kejari Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Dilihat dari silsilah keluarga, Iswara panggilan akrabnya bukan dari keluarga Kejaksaan. Akan tetapi dirinya dilahirkan dari keluarga pengusaha kuliner terbesar di Bali.
Kakeknya I Gusti Alit Oka adalah sosok pengusaha kuliner di pulau Bali. Belasan gerai makanan khas bali ” Ayam Betutu Gilimanuk” tersebar di pulau Dewata. Usaha keluarga ini menyebarkan sayap dengan membuka cabang dibeberapa kota terkenal, seperi Jakarta dan Bogor. Tidak hanya itu, usaha kuliner ini merambah di Surabaya dengan membuka restoran di Daerah Tidar.
Iswara merupakan sosok pria yang dilahirkan dari keluarga usahawan. Disamping usaha kuliner, kini dia bersama keluarganya juga mendirikan usaha pariwisata, travel dan juga perhotelan. Dirinya memilih profesi Jaksa karena ingin mengabdikan keilmuannya untuk negara.
Hampir 2 tahun, Iswara mengabdi sebagai jaksa di Kejari Gresik dan lansung ditempatkan sebagai Kasubsi penyidikan Pidsus. Selama bertugas banyak ilmu yang didapatkan yakni teknik melakukan penyelidikan, penyidikan bahkan penuntutan terhadap para koruptor di Kabupaten Gresik.
Ada 4 perkara korupsi yang berhasil diungkap oleh Kejari Gresik diantaranya, Kades Sembayat Sauji, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Dr. Dholam, Kadispora Jairudin dan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret nama Sekdin BPPKAD M.Muhktar yang kini juga menyeret mantan Kepala BPPKAD, Andhy Hendro Wijaya saat ini menjabat Sekda Gresik sebagai tersangka. Perkaranya saat ini sudah dilimpah ke PN Tipikor, Surabaya.
“Dari beberapa kasus korupsi selama saya di Gresik, yang paling berkesan adalah perkara OTT di BPPKAD, ” terang Iswara yang juga hobi motor gede (Moge).
Tidak hanya sebagai Jaksa, Iswara merupakan sosok yang multitalent. Sebelum memilih menjadi Jaksa, Iswara pernah menjadi Advokat di LBH dan juga pernah menjadi dosen di Universitas Negeri Udayana, Bali.
Kecintaanya pada dunia hukum dituangkan dalam buku. Harapannya, buku tersebut dapat dijadikan literatur bagi masyarakat umum. Lulusan Hukum Universitas Indonesia ini telah menulis buku yang berjudul “Pendekatan Restorative Justice Dalam Penanganan Tindak Pidana Adat Bali”.
“Disamping kegiatan menulis buku, saya juga aktif menulis artikel di media massa, ” urainya singkat.
Kini Kejaksaan Agung telah menerbitkan surat mutasi dimana I Made Agus Mahendra Iswara dimutasi menjadi Kasubsi Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Strategis Pada Seksi Intelejen Kejari Cimahi.
Menurutnya, apapun tugas yang berikan pimpinan baginya itu merupakan amanah yang harus dijalani sebaik mungkin.
“Mutasi menjadi Jaksa Intelegen di Kejari Cimahi merupakan tugas, amanah dan pengalaman baru. Semoga saya dapat menjalankan amanah itu sebaik mungkin. Tidak hanya itu, di Kejari Cimahi saya bisa reunian dengan Kasi intel Andrie Dwi Subianto, yang dulu pernah menjadi Kasi Pidsus Kejari Gresik, ujarnya,” ujarnya sembari tersenyum.











