BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Aksi mogok mengajar dilakukan tenaga honorer Kategori 2 (K2) serentak diseluruh Kantor UPTD Pendidikan Se-Kabupaten Banyuwangi, Selasa (18/09).
Aksi tersebut menindaklanjuti ketidakjelasan nasib mereka saat ini karena tidak masuk dalam persyaratan penerimaan CPNS Kabupaten Banyuwangi tahun 2018.
Salah satu aksi mereka yaitu didepan Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Rogojampi. Ratusan tenaga honorer se-Kecamatan Rogojampi mogok mengajar dan menggelar do’a bersama.
Mereka memanjatkan do’a untuk memperjuangkan agar pemerintah segera mengangkat tenaga honorer menjadi PNS.
Tenaga honorer K2 di Banyuwangi ini usianya lebih dari 35 tahun, mereka telah mengabdi puluhan tahun, mereka juga memohon kepada Pemerintah untuk menghapus batasan usia tersebut.
“Kami serentak tidak masuk Dinas, kami berdo’a bersama semoga hajat kami semua bisa terkabul,” ucap Agus Triyanto, Koordinator Guru Honorer Kecamatan Rogojampi.
Bahkan hingga saat ini payung hukum guru honorer tak jelas. Dan dampaknya, sejumlah guru honorer di Banyuwangi tak bisa mendapat sertifikasi.
“Kami merasa perjuangan kami didunia pendidikan selama ini belum mendapat keadilan dari Pemerintah, dan tidak ada kejelasan terkait nasib pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi PNS,,” imbuhnya.
Agus mengaku akan terus melakukan aksi mogok mengajar ini hingga lima hari kedepan.
“Selama lima hari kedepan kami akan akan bertahan disini mulai pagi hingga jam 12 siang. Setelah itu kami akan menunggu instruksi dari pusat, karena aksi ini dilakukan serentak dan Nasional,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono hingga berita ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi, saat dihubungi via telepon selulernya tidak ada respon, dan dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp tidak ada jawaban.(nng)









