BIDIK NEWS | SURABAYA – Pertumbuhan ekonomi Jatim sepanjang triwulan III/2018 bertahan dan terus tumbuh sebesar 5,40 persen. Teguh Pramono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim memaparkan, jika dibandingkan, memang terjadi perlambatan pada periode yang sama di 2017 sebesar 5,59 persen.
“Yang harus dicermati adalah, walaupun kondisi global lagi tidak bagus akibat pertarungan dagang antara Amerika dan Tiongkok, Jatim tetap bisa bertahan dan masih bisa tumbuh bagus,” tegas Teguh Pramono di Surabaya, Senin (5/11).
Peningkatan pertumbuhan ekonomi Jatim, lanjut Teguh, secara y-on-y cukup signifikan terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan 8,87 persen. Kondisi ini terutama didukung meningkatnya pertumbuhan sub kategori industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki 14,47 persen.
“Sedangkan dari sisi produksi, semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif kecuali Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian serta Pengadaan Listrik dan Gas,” katanya.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 8,87 persen, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (Mamin) 8,24 persen, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 7,99 persen.
Jika diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, maka ekonomi Jatim triwulan III/2018 mencapai Rp 569,39 triliun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 403,68 triliun.
Adapun pertumbuhan ekonomi kumulatif sampai triwulan III/2018 (c-to-c) mencapai 5,48 persen (c-to-c). Meningkat dibanding pertumbuhan pada periode yang sama di 2017 yang mencapai 5,53 persen.
Dilihat dari struktur perekonomian Jatim, menurut lapangan usaha triwulan III/2018 didominasi 3 lapangan usaha utama, yaitu Lapangan Usaha Industri Pengolahan dengan kontribusi 29,70 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 18,58 persen, serta Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 12,51 persen.
“Dari penciptaan sumber pertumbuhannya, lapangan usaha industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi 2,57 persen. Diikuti perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 1,23 persen, konstruksi 0,56 persen serta informasi dan komunikasi 0,38 persen,” papar Teguh.
Pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Mamin 8,44 persen. Diikuti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 7,90 persen, Jasa Perusahaan 7,30 persen serta Transportasi dan Pergudangan 7,06 persen. (hari)










