BANYUWANGI | BIDIK NEWS – Puluhan pedagang Pasar Ramadhan Banyuwangi melakukan protes terkait adanya larangan mendirikan lapak untuk berjualan di sepanjang Jalan Susuit Tubun.
Pasar Ramadhan yang sudah menjadi tradisi tahunan itu, mendadak tak mendapat ijin dari Pemkab Banyuwangi.
Para pedagang kue kering itu memberontak dengan rencana Pemkab yang akan merelokasi tempat dagangannya di area Gedung Wanita Banyuwangi.
“Waktu rapat diruangan Wakil Bupati (Wabup) Yusuf Widiatmoko, sebetulnya kita sudah berontak, tapi di Cut begitu saja. Saya juga tidak setuju pedagang kue kering itu dialihkan ke gedung wanita,” ujar Agus Hariyono, Ketua PKL Sore Joko Tole, Selasa (21/05).
Menurutnya, selama ini pihaknya yang mendengar langsung keluhan para pedagang terkait rencana relokasi tersebut. Karena, selain biayanya membengkak, belum tentu pembeli menuju ke tempat tersebut.
Agus juga menjelaskan, akses dari pada pasar Ramadhan ini harus nyambung, mulai dari pedagang konveksi, kue, sayur mayur, dan kebutuhan pokok lainnya. Karena kalau terputus, bisa menjadi hambatan. Hal ini yang tidak pernah dipikirkan oleh Pemkab selama ini.
“Kita ingin bisa berjualan seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu dari gedung dormitory ketimur jalan Susuit Tubun, hingga gapura ke utara sampai perempatan surati,” tandasnya.
Ironisnya lagi, lanjut Agus, dari gapura ke selatan377 hingga depan gesibu, biasanya untuk pedagang konveksi, tiba-tiba ditempati oleh pedagang takjil, dan itu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Kita nggak pernah diajak ngomong sebelumnya, dan itu bikin kita bingung, sebenarnya apa sih salah dari paguyuban pasar ini,” cetus Agus.
Selaku Ketua Paguyuban, Agus mengaku akan terus memperjuangkan nasib anggotanya. Karena selain sudah menjadi tradisi, para pedagang sudah terlanjur menyetock barang dagangannya.
“Mereka sudah nyetock dagangan banyak, dan modalnya ini modal utangan, utangnya itu sama renternir, ada yang 15 persen hingga 20 persen pengembaliannya, kan kasihan juga,” beber Agus dengan nada lantangnya.
Karenanya, Agus yang juga Sekretaris P3KLB itu tetap bersikeras akan mengajak para pedagang untuk menggelar dagangan di jalan Susuit Tubun.
“Tetap kita gelar, nanti malam akan kita gelar, mau diijinkan apa tidak tetap kita gelar, itu sudah kesepakatan teman-teman pedagang,” tegasnya.
Diketahui, sejak senin (20/05) malam para pedagang pasar Ramadhan Banyuwangi bersitegang dengan para petugas Satpol PP. Para pedagang yang akan mendirikan lapak, dilarang oleh Satpol PP.
Para pedagang bersikeras tak mau direlokasi dan ingin tetap berjualan di jalan Susuit Tubun, dengan alasan sudah tradisi tahunan.(nng)











