GRESIK – Dalam situasi pandemi
coronavirus disease 2019 (covid-19) atau virus corona, tidak membuat kedor melaksanakan kinerja dari DPRD Gresik. Hal ini dbuktikan dengan tetap mengelar sidang paripurna LKPj 2019, melalui vidio teleconference yang berjalan dengan lancar.
Agenda rapat paripurna DPRD Gresik, mulai berlangsung sejak pukul 10.00 Wib, 50 anggota dewan tidak hadir semua begitu juga dengan bupati dan OPD terkait. Yang ada, pimpinan dan ketua fraksi saja yang terlihat hadir di gedung dewan. Bahkan dalam rangka menjalankan protokol kesehatan, posisi tempat duduknya pun diatur untuk menjaga jarak.
Anggota dewan lainnya, yang tidak mengikuti rapat paripurna dari rumah masing-masing mengunakan HP. Dengan live secara langsung, untuk bupati posisinya berada di kantor bupati. Ketika sudah siap semua, kemudian ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani membuka sidang tersebut. “Dengan ini rapat paripurna LKPj Kepala Daerah akhir tahun anggaran 2019, kami nyatakan dibuka,” tegasnya.
Setelah itu Bupati Sambari Halim Radianto membacakan LKPj 2019, para pimpinan melihat dan mendengar dari layar kaca sedang anggota dewan melalui HP. Dalam LKPj 2019, yang di bacakan. Pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Gresik tahun 2019, pendapatan daerah ditargetkan sebesar 3 triliun 11 miliar 393 juta 8 ribu 903 rupiah 70 sen, terealisasi sebesar 3 triliun 110 miliar 031 juta 675 ribu 7 rupiah 9 sen, atau 103,28 persen,.
Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), terealisasi Rp 980.751.230.877 dari target Rp 923.973.075.519 atau 106,15%. Dana perimbangan terealisasi Rp 1.458.947.957.330 dari target Rp 1.453.822.430.964 atau 100,35%; serta lain–lain pendapatan daerah yang sah terealisasi Rp 670.332.486.800 dari target Rp 633.597.502.420 atau 105,80%.
Ditambahkan oleh ketua DPRD Fandi Ahmad Yani, bahwa teleconference yang kita lakukan. Merupakan salah satu solusi kinerja DPRD bisa tetap kerja, LKPj bisa tetap dilakukan sidang paripurna. Meski ditengah pandermi viris Covid-19, dan proses dalam ruang sidang paripurna sesuai SOP.
“Bisa dibilang DPRD Gresik, yang mengawali pertama sidang paripurna dengan cara teleconference. Kelancaran sidang ini, selanjutnya bisa dilanjutkan pada rapat komisi maupun rapat kerja dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sidang lanjutan LKPj 2019, baik komisi maupun pandangan akhir ( PA ) fraksi. Bisa dilakukan dengan hal yang sama, jadi kinerja dewan tetap berlangsung. ( ali / Adv )











